Tiga Aksara Nusantara Resmi Didaftarkan BSN

Deputi bidang Revolusi Mental, Kemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi (kiri) dan Ketua Tim Konseptor Rancangan SNI Aksara Nusantara Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Heru Nugraha (kanan) saat menghadiri pertemuan secara virtual. (Dok. Kemenko PMK)

KBRN, Jakarta: Deputi bidang Revolusi Mental, Kemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Didik Suhardi memberikan apresiasi atas kerja keras tim konseptor aksara nusantara dan para pegiat aksara yang melakukan digitalisasi terhadap tiga Aksara Nusantara karena telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). 

"Ini menjadi bagian dari kewajiban kami untuk mendorong perlindungan aksara. Sehingga pendaftaran ini akhirnya bisa kami lakukan," ujarnya dalam Konferensi Pers Digitalisasi Aksara Nusantara di Kantor Kemenko PMK, seperi dikutip RRI.co.id, Rabu (8/12/2021).

Ketua Tim Konseptor Rancangan SNI Aksara Nusantara Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Heru Nugraha mengatakan, upaya ini dilakukan untuk melindungi dan melestarikan aksara daerah yang semakin terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu pihaknya segera mendaftarkan tigaaksara daerah ke dalam Unicode (Standar Teknis Simbol, Teks dan Sistem Tulisan di dunia).

Ketiga aksara itu diantaranya aksara Jawa, Sunda dan Bali. 

"Hal ini semakin menguatkan PANDI, yang didukung penuh oleh Kemenko PMK, dalam melakukan upaya pelindungan dan pelestarian aksara nusantara dengan mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan bahasa dan aksara daerah dalam kehidupan sehari-harinya," kata Heru. 

Selain mendaftarkan tiga aksara tersebut ke dalam Unicode, Kemenko PMK bersama PANDI juga telah mendaftarkannya kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mendapatkan standarisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam penggunaan digital.

Pada tanggal 30 November 2021 SNI, untuk Fon dan Tata Letak Papan Tombol Aksara Nusantara telah ditetapkan, melalui:  

1. SK Kepala BSN Nomor 545/KEP/BSN/11/2021 tentang Penetapan SNI 9047: 2021 Fon (Font) Aksara Nusantara; dan

2. SK Kepala BSN Nomor 546/KEP/BSN/11/2021 tentang Penetapan SNI 9048: 2021 Tata Letak Papan Tombol Aksara Nusantara.

"Ketiganya telah terdaftar dan diakui resmi sebagai aksara digital dengan terbitnya SK Kepala BSN dan ditetapkannya SNI ini," ungkap Didik.

Langkah selanjutnya, lanjut Didik, tiga aksara ini akan dibawa untuk didaftarkan sebagai IDN untuk ccTLD (Country Code Top Level Domain) Indonesia kepada ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) agar dapat digunakan di perangkat digital dan platform media sosial.

"Penetapan ini sudah bisa kita lakukan ke ICANN yang punya otoritas untuk mengelola jaringan, tentu dengan penetapan ini Indonesia resmi punya aksara lokal yang didaftarkan secara internasional," ujar Didik. 

Berdasarkan data validasi vitalitas terhadap bahasa daerah yang dikaji Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pada tahun 2018-2019, sebesar 52% atau setara dengan 95 bahasa daerah yang tersebar di berbagai provinsi statusnya mengarah kepada kepunahan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar