Dirut RRI Resmikan Revitalisasi Studio Terintegrasi

Direktur Utama LPP RRI I.Hendrasmo melakukan pengguntingan pita tanda peresmian Revitalisasi Studio Terintegrasi dan Pengoperasian Pemancar Singgalang, Senin (17/1/2022) Foto : YPA Dokumentasi RRI.co.id

KBRN, Bukittinggi: Direktur Utama LPP RRI I.Hendrasmo didampingi Direktur Teknik Media Baru (TMB) Muhamad Sujai dan Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Akh Suhartono beserta rombongan pejabat dan undangan lainnya, meresmikan Revitalisasi Studio Terintegrasi dan Pengoperasian Pemancar Singgalang, Senin (17/1/2022). Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita.

Direktur Utama LPP RRI I. Hendrasmo mengapresiasi sambutan yang luar biasa kepadanya dari seluruh karyawan dan tamu undangan yang hadir. Ia mengaku kedatangannya ke RRI Bukittinggi merupakan kali pertama.

Tak hanya itu, lanjutnya, pasca dilantik sebagai Dirut RRI, ini juga menjadi penerbangan pertamanya ke luar pulau Jawa.

“Kunjungan ke Bukittinggi penuh makna, karena daerah ini sangat bersejarah dan memiliki tokoh-tokoh pejuang yang sangat berperan dimasa penjajahan. Dan saya sangat mengagumi Proklamator Indonesia Bung Hatta, yang merupakan putra asli Bukittinggi yang menjadi sejarah pernah menjadi ibukota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), juga menjadi catatan penting bagi Indonesia,” kata Hendrasmo.

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan kondisi sekarang, menuntut RRI untuk meningkatkan kualitas terutama pelayanan publik, termasuk di Provinsi Sumatra Barat secara umum, dan di Kota Bukittinggi secara khusus.

“Untuk tantangan di era disrupsi, RRI harus semakin kreatif, inovatif, menghadirkan konten siaran, platform siaran digital, termasuk media online, selain itu RRI juga harus terus menerus memberikan pencerahan pada masyarakat, memfungsikan diri sebagai media yang mengantisipasi beredarnya berita hoax, sehingga masyarakat terhindar dari informasi atau berita yang bohong atau tidak benar,” ujarnya.

Ia menjelaskan peresmian Revitalisasi Studio Terintegrasi dan Pengoperasian Pemancar Singgalang LPP RRI Bukittinggi ini, merupakan langkah awal untuk bisa melayani kebutuhan informasi masyarakat di Sumatera Barat pada umumnya, dan secara khusus di Kota Bukittinggi.

“Pemancar yang sudah dipasang di Gunung Singgalang merupakan upaya agar siaran RRI dapat menjangkau seluruh wilayah kerja RRI Bukittinggi, sehingga masyarakat yang berada pada daerah blank spot dapat menerima informasi dan hiburan,” ungkapnya.

Peresmian ini, menurutnya, juga menjadi ikhtiar RRI Bukittinggi yang memiliki delapan daerah jangkauan Kabupaten dan Kota, untuk dapat bersinergi dan melakukan pemberdayaan masyarakat, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 saat sekarang ini, sehingga RRI ikut membantu pemulihan ekonomi nasional, seperti yang dicanangkan pemerintah pusat, serta ikut membangun kewaspadaan dan mitigasi bencana alam.

“Kedepan mari kita senantiasa bergandengan tangan dalam mengatasi setiap persoalan yang ada didepan mata, karena kekuatan bekerjasama bakal dapat meningkatkan kinerja LPP RRI yang dicintai ini, terutama dalam melakukan komunikasi publik kepada masyarakat,” tukasnya. 

Direktur Utama LPP RRI I.Hendrasmo didampingi Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Akh Suhartono menandatangani prasasti peresmian Revitalisasi Studio Terintegrasi dan Pengoperasian Pemancar Singgalang (Foto: YPA Dokumentasi RRI.co.id) 

Sementara itu, Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Akh Suhartono mengungkapkan kondisi geografis di Provinsi Sumatra Barat khususnya di wilayah siaran RRI Bukittinggi, sangat mempengaruhi kualitas siaran sehingga tidak seluruh daerah tersebut dapat menerima siaran dengan baik, mengingat banyaknya lokasi yang masuk kategori blank spot.

“Ada delapan kabupaten/kota yang masuk wilayah kerja RRI Bukittinggi, apabila hanya mengandalkan ketinggian pemancar dari kantor dan di daerah Padang Hijau Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, tidak terjangkau ke seluruh daerah, maka dari itu perlu dilakukan terobosan guna meningkatkan luas jangkauan siaran,” kata Suhartono.

Menurut Suhartono, menyikapi persoalan itu muncul ide untuk memasang pemancar di puncak Gunung Singgalang, awalnya sempat diragukan, mengingat beratnya medan yang harus ditempuh, belum lagi memindahkan sarana dan prasarana pemancar yang sangat berat untuk dibawa.

“Dalam memindahkan pemancar itu, RRI Bukittinggi dibantu pihak ketiga seperti PLN UP3 Bukittinggi bersama tim PLN Padang Panjang, serta pihak kepolisian, serta bantuan dari masyarakat di Daerah Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar,” imbuhnya.

Survei ke Gunung Singgalang itu sendiri, lanjut Suhartono, dilaksanakan pada 16 Agustus 2020 dan teralisasi serta selesai pada 30 Maret 2021 sehingga pemancar tersebut mulai diuji coba pemakaiannya pada 1 April 2021.

“Untuk Revitalisasi Studio Terintegrasi Programa I dan II, mulai dilaksanakan pada 21 April 2021, namun karena situasi Covid-19, dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), maka proses pengerjaannya sempat mengalami penundaan hingga 104 hari kerja, dan akhirnya selesai hingga diresmikan hari ini oleh Direktur Utama LPP RRI,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, mengucapkan selamat atas peresmian Revitalisasi Studio Terintegrasi dan Pengoperasian Pemancar Singgalang, dan semoga kedepan seluruh wilayah siaran RRI terjangkau, dengan sudah dipasangnya pemancar di Gunung Singgalang.

“Ada delapan Kabupaten/Kota yang masuk wilayah kerja RRI Bukittinggi, dan mungkin saja jangkauan siaran ini akan lebih luas, sehingga dapat didengar masyarakat yang berada diluar daerah kerja, bahkan RRI Padang bisa kalah dengan kondisi sekarang,” kata Marfendi.

Menurutnya, pemerintah Kota Bukittinggi sangat senang sekali dengan keberadaan RRI, apalagi sekarang dengan adanya penempatan pemancar yang sangat membantu jangkauan siaran, sehingga kedepan potensi yang ada disini informasinya sampai ke sejumlah daerah di Provinsi Sumatra Barat.

“Kepada kepala daerah Kabupaten/Kota yang berada di wilayah kerja RRI Bukittinggi, mari kita sama-sama mengisi siaran RRI Bukittinggi ini, seringlah datang kesini, sampaikanlah visi dan misi, serta program pembangunan, agar lebih dikenal dan dipahami oleh masyarakat,” jelasnya.

Marfendi menambahkan, keberadaan RRI akan sangat membantu Pemkot Bukittinggi, apalagi didukung dengan fasilitas auditorium yang sebagus ini, akan lebih banyak lagi orang datang ke Bukittinggi, memanfaatkan RRI untuk menggelar sejumlah acara, dan nantinya menikmati Kota Bukittinggi untuk berwisata.

“Semoga kedepan RRI Bukittinggi semakin sukses, dan tentunya siarannya dapat membentuk karakter masyarakat dan anak bangsa, sehingga menjadi bekal untuk hidup dimasanya yang akan datang, dan sebagai media RRI sangat berperan mewujudkan hal itu, melalui program siaran yang disiapkan,” tandas Marfendi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar