Selain Ganti Warna Plat, Chip Juga Akan Dipasang

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia akan melaksanakan dua kebijakan terkait kendaraan. Kebijakan itu ialah perubahan warna plat kendaraan dan pemasangan chip pada plat kendaraan tersebut.

Perubahan plat kendaraan tersebut akan dilakukan pada bulan Januari 2022 ini. Hal itu dilakukan untuk mendukung efektivitas ETLE.

“Dengan alasan plat dengan dasar putih tulisan hitam itu lebih gampang terbaca oleh kamera,” ucap Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri. Senin (24/1/2022).

Sementara untuk penggunaan chip akan mulai diterapkan pada tahun 2023. Tujuan pemasangan chip tersebut supaya plat nomor akan termonitor dan bisa mengetahui identitas kendaraan tersebut.

Identitas yang dmaksud adalah riwayat pelanggaran dan data kepimilikan lainnya. Selain itu pembayaran tol dan parkir juga menjadi tujuan yang sejalan.

“Artinya plat nomor tersebut akan dilengkapi dengan chip hal ini efektif nantinya diterapkan di tahun 2023,” tutur Ramadhan.

Wacana peralihan pelat hitam ke putih akan dilakuan pada tahun 2022. Perubahannya yaitu pelat dasar hitam tulisan putih menjadi pelat dasar putih dengan tulisan hitam.

Wacana yang sesuai Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 07 Tahun 2021 itu disebut akan memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat. Seperti, mendukung sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berbasis kamera hingga parkir elektronik.

"Kita gunakan pelat putih kedepannya agar Automatic Number-Plate Recognition (ANPR) yang ada di dalam ETLE bisa menyorot secara tepat tanpa ada kesalahan. Karena hasil penelitian ANPR ini lebih mengenal kepada yang dasarnya putih tulisan hitam," kata Direktur Regident Korlantas Polri, Brigjen Yusri Yunus, di Gedung NTMC Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/1/2022).

Kemudian, Yusri membenarkan adanya penggunaan chip berteknologi Radio Frequency Identification (RFID). Chip tersebut memiliki banyak kegunaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Chip tersebut memang benar akan ada kedepannya, apalagi sekarang sudah revolusi 4.0. Chip ini memiliki kegunaan yang banyak sekali," ucapnya.

"Nanti chip ini memuat data kendaraan pribadi. Ada data penindakan bukti pelanggaran dan sebagainya. Kemudian bisa digunakan untuk E-toll dan parkir elektronik," lanjut Yusri.

Terakhir, Yusri menambahkan akan berkolaborasi dengan pihak tol untuk e-toll. Jika nantinya kendaraan ingin masuk tol namun jenis kendaraan dan platnya tidak sesuai, maka gerbang tol pun tidak akan terbuka.

"Dan ini semua tanpa membebani masyarakat, tanpa ada biaya-biaya. Kami meminta dukungan sambil kita jalan pelan-pelan tahun ini untuk sosialisasi," jelasnya.

Sebagai informasi, Korlantas Polri mencanangkan peralihan pelat kendaraan dengan berbasis penggunaan RFID. Sebab, di beberapa negara maju penggunaan RFID pada pelat nomor bukan hal baru.

Sistem ini dianggap tepat karena dapat terintegrasi dengan sistem lain. Beberapa di antaranya seperti pembayaran parkir, tol, sampai dengan memantau pelanggaran pengemudi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar