Alasan Car Free Day Jakarta Masih Terbatas

Ilustrasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau car free day (CFD) di Jakarta. (Foto: Antara)

KBRN, Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jakarta, masih terbatas. Khususnya, kata dia, bagi para pedagang kaki lima (PKL) belum diizinkan.

“PKL masih kami larang karena dikhawatirkan menimbulkan kerumunan,” kata Syafrin kepada wartawan, Minggu (22/5).

Tak hanya itu, dia juga menyontohkan, waktu pelaksanaan CFD yang harusnya dilakukan pukul 06.00 sampai 12.00 WIB hari ini, dikurangi sampai pukul 10.00 WIB. 

"Hal itu juga menyesuaikan dengan beberapa aturan dalam Pergub No.66 Tahun 2016 terkait CFD yang diubah sementara. Kami akan lakukan evaluasi pada Selasa nanti, apakah akhir pekan depan bisa melaksanakan HBKB secara bertahap,” kata Syafrin.

Syafrin mengatakan, CFD setidaknya memang akan terus ditingkatkan lagi pelonggaran ke depannya. Namun demikian, dia tetap mengimbau masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan.

"Meski diimbau sesuai arahan presiden sudah melepas masker. Kami tetap imbau para pengunjung bisa membawa masker,” tutur dia.

Tujuannya, kata dia, adalah agar pada saat kondisi sangat ramai dan hendak memasuki satu titik padat, masker digunakan sebagai prasyarat. 

Syafrin menyebut, CFD mulai Minggu (22/5) ini dilakukan serentak di enam lokasi. 

Level provinsi, katanya, mencakup Sudirman-Thamrin, Simpang Tugu Patung Kuda, sampai dengan Tugu Pemuda di depan Ratu Plaza.

“Kemudian di wilayah Jakarta Selatan selanjutnya Jalan Sisingamaraja CSW. Untuk wilayah Barat dilaksanakan di Jalan Tomang Raya dan untuk wilayah Jakarta Pusat, laju Tomang Raya di Jalan Suryopranoto. Kemudian wilayah Jakarta Utara di Jalan Danau Sunter,” kata Syafrin.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar