FOKUS: #PPKM MIKRO

Kasus Harian Covid-19 di Denpasar 631 Orang

Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai (istimewa)

KBRN, Denpasar: Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar, Bali menyebutkan kasus harian warga yang terpapar positif sebanyak 631 orang. 

Padahal sehari sebelumnya hanya 508 orang.

Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, jumlah warga yang sembuh hari ini 247 orang dan yang meninggal dunia 8 orang.

“Hari ini terjadi lonjakan masyarakat yang positif COVID-19 sebanyak 631 orang, dibanding Senin (2/8) hanya 508 orang," kata Dewa Gede Rai di Denpasar, dilansir dari Antara, Selasa (3/8/2021). 

Berdasarkan data, di Denpasar secara akumulatif kasus positif 27.214 kasus, pasien sembuh 20.434 orang (75,09 persen), meninggal dunia 525 orang (1,93 persen), dan kasus aktif masih dalam perawatan 6.255 orang (22,98 persen).

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Wilayah Jawa-Bali," jelasnya.

Ia mengatakan, kasus COVID-19 saat ini trennya naik, bahkan saat ini ada mutasi COVID-19 dengan varian baru yaitu varian Delta.

“Kami harapkan jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus COVID-19 di Denpasar meningkat. Harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi," terangnya.

Ia mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. 

Menurutnya, hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan, serta penyemprotan disinfektan dan eco enzym wilayah secara terpadu.

Pihaknya hingga saat ini masih terus berupaya mengoptimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat dan vaksinasi menyasar anak-anak usia 12 hingga 17 tahun.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk mengurangi klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi COVID-19," tambahnya.

Terkait dengan upaya menekan angka kematian akibat COVID-19, Dewa Rai meminta masyarakat memiliki penyakit bawaan atau berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan selalu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3M, yakni menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan," pungkasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00