FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Geger Varian Omicron, Rahmad Handoyo: Perkuat Perbatasan

Ilustrasi / Dok. Antara / Pavlo Gonchar / SOPA Image via Reuters / Sipa USA / pri

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta pihak terkait memperkuat perbatasan negara, untuk menyikapi munculnya varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron, virus yang langsung ditetapkan oleh badan kesehatan dunia WHO sebagai varian of consern (VoC).

Rahmad mengatakan, untuk mencegah varian asal Afrika Selatan ini masuk, pintu-pintu masuk ke Indonesia, baik di bandara atau pelabuhan laut, dan perbatasan darat harus diperketat.

“Termasuk proses karantina harus kita perkuat agar petugas tetap menjaga sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia dan warga Indonesia yang kembali dari negara lain, harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Serta kewajiban karantina harus di perketat karena karantina adalah pertahanan negara juga dari ancaman virus mutasi dari luar," tegasnya, Minggu (28/11/2021).

Ditekankan Legislator PDI Perjuangan ini, dalam menyikapi kemunculan varian baru yang telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat dunia tersebut, semua pihak tidak boleh panik dan kawatir. Sebab pada dasarnya karakteristik virus adalah bermutasi. Dengan bermutasi, virus dapat menjadi semakin lemah atau juga sebaliknya, semakin mengkhawatirkan. Artinya proses penulannya semakin cepat, seperti halnya yang diprediksi para ahli tentang Omicron.

“Artinya, melihat karakteristik virus  secara biolois, maka mutasi  adalah sebuah keniscayaan.Karena itu lah kita tak punya banyak pilihan, harus menghadapi dengan tenang, jangan panik," jelasnya. 

Namun demikian diingatkan Rahmad, Indonesia harus mengikuti rekomendasi WHO serta parah ahli di bidang ini. Selanjutnya Indonesia harus berkoordinasi dan bersinergi dengan masyarakat internasional guna meningkatkan pemahaman, antisipasi dan pengendalian tentang varian  Omicron.

“Rekomendasi dan kebijakan yang ditetapkan WHO dalam menghadapi virus Omicron ini harus jadi perhatian kita. Kemudian ditambah lagi dengan kebijakan  kita sendiri, baik untuk menambah dan menyesuaikan,” katanya.

Ditambahkan dia, sesuai dengan rekomendasi WHO dan para ahli, varian baru ini dihadapi dengan cara ilmiah dan berbasis resiko. Artinya, lanjut Rahmad, 3T, yakni testing, tracing, treatment pun harus diperkuat. 

“Selanjutnya yang berbasis resiko, kita tetap mengupayakan perubahan perilaku dengan cara memasivkan 3 M lalu ditambah mengurangi mobilitas, aktivitas, berkunjung tempat keramaian,” imbaunya.

Selanjutnya politisi asal Boyolali, Jawa Tengah ini menambahkan, untuk saat ini, salah satu cara efektif melawan pandemi adalah vaksinasi. Dikatakan, menurut WHO dan para ahli secara ilmiah vaksin cukup efektif melawan Covid-19 apapun itu variannya. 

“Meskipun varian omicron yang terdeteksi pertama kali Africa Selatan serta telah menyebar ke sejumlah negara itu diprediksi bisa melawan vaksinasi. Namun vaksinasi harus terus digencarkan sesuai target pemerintah sambil jalanlah, para ilmuwan tentu akan terus mengkaji, memperbaiki menyempurnakan terhadap vaksin. Paling tidak vaksinasi kita optimalkan melawan Covid-19,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar