FOKUS: #PPKM

Wagub Ariza: Kami Terus Pantau Penyebaran Omicron

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengungkapkan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran mutasi virus Covid-19 terbaru Omicron. Pemantauan menurutnya dilakukan melalui organisasi kesehatan dunia WHO maupun melalui Kementerian Kesehatan. (Dok. RRI)

KBRN, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengungkapkan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran mutasi virus Covid-19 terbaru Omicron.

Pemantauan menurutnya dilakukan melalui organisasi kesehatan dunia WHO maupun melalui Kementerian Kesehatan. 

"Dinkes terus memantau omicron melalui sumber yang dapat dipercaya, dimana dari WHO dan Kementrian kesehatan," tuturnya kepada RRI.co.id dan awak media lainnya di Balai Kota Jakarta, Selasa ( 7/12/2021). 

Riza memastikan hingga saat ini varian virus Covid-19 tersebut belum ditemukan di Jakarta.

Hal itu tergambar dari kasus kematian akibat Covid-19 di Ibu Kota yang terus menurun tren-nya.

"Ya seperti yang sudah kami sampaikan, terkait omicron, saat ini DKI Jakarta yang meninggal itu kematiannya yang positif itu nol sampai satu, Alhamdulillah terjadi penurunan cukup signifikan," jelasnya. 

Meski demikian guna melakukan pencegahan Riza mengaku pihaknya hingga kini terus mendorong agar program vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun segera dilakukan.

Termasuk mendistribusikan vaksin dosis ketiga atau booster, khsusunya bagi lansia dan mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan. 

"Jadi kalau lihat ada yang meninggal itu umumnya adalah belum divaksin dan komorbid-nya berat, jadi kira-kira itu, jadi kita terus pastikan juga meningkatkan surveillance, dan 3T, testing tracing dan treatment," tandasnya. 

Sebelumnya, Epidemiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Tonang Dwi Ardyanto, menyebutkan, bahwa Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Indonesia sejak dua pekan lalu.

Menurut laporan awal, kata dia, penyebarannya sudah sedemikian luas, tapi karena cenderung yang terkena hanya memiliki gejala ringan bahkan tanpa gejala, membuatnya tidak terdeteksi dan tidak terlaporkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar