FOKUS: #PPKM

BNPB Minta Pengawasan Ketat PPLN Saat Karantina

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto minta diberlakukan pengawasan ketat pasien karantina oleh tenaga kesehatan. Pengawasan tersebut dilakukan secara langsung oleh tenaga kesehatan yang berkunjung ke lokasi karantina minimal 2 kali sehari. (Dok. BNPB)

KBRN, Jakarta: Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto minta diberlakukan pengawasan ketat pasien karantina oleh tenaga kesehatan. 

Pengawasan tersebut dilakukan secara langsung oleh tenaga kesehatan yang berkunjung ke lokasi karantina minimal 2 kali sehari. 

"Minimal dua kali sehari ada pengecekan kesehatan oleh dokter agar terpantau kondisi para pasien karantina, jangan diabaikan ternyata malah sakit," kata Suharyanto melalui keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Jakarta.  

Selain itu, pengawasan keamanan juga harus dilakukan pihak hotel untuk memastikan tidak ada pasien yang meninggalkan ruangan selama karantina berlangsung. 

Selain hotel, disediakan pula wisma yang tersebar di seluruh wilayah Bali yang diperuntukkan bagi karantina mandiri maupun terpusat untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

BACA JUGA: BNPB: Langsung Arahkan PPLN Menuju Lokasi Karantina

Sebelumnya, Suharyanto meninjau dua lokasi karantina yang diperuntukkan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) di Pulau Dewata, Bali, Rabu (12/1/2022). 

Dirinya menginstruksikan, dalam kurun waktu satu jam, pelaku perjalanan luar negeri harus sudah berpindah dari bandara ke lokasi karantina. 

Hal tersebut guna menghindari adanya kerumunan di bandara.  

Mengacu kepada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 1 tahun 2022, pelaku perjalanan luar negeri baik WNI maupun WNA wajib menjalani karantina terpusat selama 7x24 jam. 

Penerapan kebijakan karantina bertujuan untuk menekan angka kenaikan kasus COVID-19, khususnya varian baru Omicron. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar