FOKUS: #VAKSIN COVID

Vaksin Booster Tingkatkan Titer Antibodi

Senior Manager Strategic Delivery Unit Kementerian Kesehatan RI Ririn Ramadhany menyebut vaksin booster tingkatkan titer antibodi (Foto: Screenchot webinar Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries)

KBRN, Jakarta: Vaksin dosis ketiga atau booster diyakini mampu meningkatkan titer antibodi untuk melawan infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

"Kami menemukan bahwa booster homolog dan heterolog berhasil meningkatkan titer antibodi, tidak ada reaksi merugikan yang signifikan baik booster homolog dan heterolog," kata Senior Manager Strategic Delivery Unit Kementerian Kesehatan RI Ririn Ramadhany dalam webinar Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries, seperti dikutip Antara, Minggu (16/1/2022).

Ririn menjelaskan tak ada perbedaan yang signifikan dari segi titer antibodi untuk antarkelompok usia, meskipun cenderung lebih rendah di kalangan lanjut usia (lansia) atau yang berusia di atas 60 tahun. 

"Tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi titer antibodi antarkelompok usia walaupun memang cenderung lebih rendah di kalangan lansia atau mereka yang berusia di atas 60 tahun," jelasnya.

Meski demikian, ia menekankan titer antibodi bukan menjadi satu-satunya yang menentukan tingkat perlindungan diri melawan virus corona.

"Titer antibodi di sini dalam hal ini tidak selalu secara serta merta mencerminkan imunitas tubuh manusia, ini hanyalah salah satu faktor saja," ujarnya.

Adapun untuk booster homolog dengan vaksin Sinovac, Ririn mengatakan ada peningkatan titer antibodi terjadi satu bulan setelah penyuntikan, yang mana peningkatannya mencapai 7,8 kali dari segi titer antibodi.

 Selain itu, tidak ada perbedaan yang signifikan untuk interval kurang dari ataupun lebih dari enam bulan antara suntikan kedua dengan booster.

Untuk vaksin heterolog dengan menggunakan vaksin Moderna, ada peningkatan yang signifikan dalam titer antibodi setelah mendapatkan booster dengan Moderna, dan antibodi tersebut meningkat 67 kali lipat dibandingkan dengan sebelum mendapatkan booster.

Dalam perbedaan interval kurang dari enam bulan dan lebih dari enam bulan antara suntikan vaksin kedua dengan booster, titer antibodi peserta meningkat signifikan untuk interval lebih dari enam bulan.

"Kami mengamati bahwa titer antibodi antarkelompok usia tidak mengalami perubahan yang signifikan untuk vaksin heterolog," pungkas Ririn.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar