Muhadjir: Jika Endemi, Covid-19 Seperti Penyakit Biasa

Ilustrasi Covid-19. (Foto: hawaiitourismauthority.org)

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, jika pandemi Covid-19 sudah beruba menjadi status endemi, maka penanganan penyakit ini akan menjadi penyakit biasa.

"Yang namanya endemi itu penyakitnya masih ada, tapi sudah tidak lagi mewabah, sehingga akan diperlakukan seperti penyakit infeksius lain. Pokoknya penyakit yang berkaitan dengan bakteri, virus, dan jamur yang biasa menjadi infeksi," ujar Muhadjir, dikutip dari Antara, Minggu (22/5/2022).

Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, melandainya kasus harian Covid-19 membuat Indonesia bersiap melakukan transisi dari pandemi menjadi endemi.

Ia mengungkapkan angka kasus aktif, positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, hingga angka kematian Covid-19 saat ini bukan tertinggi dari penyakit yang lain. 

Berdasarkan survei internal yang dilakukan Kemenko PMK di 18 rumah sakit di DKI Jakarta Februari lalu, disebutkan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah turun di peringkat ke-14. 

"Angka kematian COVID-19 sudah di bawah dari penyakit-penyakit yang lain, seperti paling tinggi kematian itu kanker, disusul pneumonia, peneumonia nonspesifik, dan ginjal," ujarnya.

Dengan demikian, kondisi ini mengindikasikan jika Covid-19 sudah bukan lagi penyakit yang menyumbangkan angka kesakitan dan kematian yang paling tinggi. 

Lebih lanjut, ia menyebut, skema pembiayaan dan pengobatan pasien Covid-19 nantinya juga akan mengalami perubahan. Yakni, yang selama ini ditanggung pemerintah akan dialihkan ke BPJS Kesehatan. 

Pengobatan Covid-19 nantinya dapat menggunakan BPJS sesuai golongan keanggotaan. 

"Kalau nanti sudah dinyatakan endemi otomatis menjadi penyakit infeksius biasa. Karena penyakit infeksius biasa, penanganannya juga biasa, termasuk pembiayaannya akan dialihkan yang selama ini disubsidi oleh pemerintah, nanti akan dialihkan ke BPJS," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar