Jumlah Ternak Terjangkit PMK di Tangsel Melonjak

Seorang petugas sedang memeriksa hewan kurban mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) jelang Iduladha di Kota Tangsel. (Foto: RRI/Saadatuddaraen)

KBRN, Tangerang: Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan, mencatat terjadi lonjakan tajam kasus hewan ternak positif Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

"Dari total 18.966 hewan ternak yang ada di Tangsel (Kota Tangerang Selatan, Red), total hewan positif PMK sebanyak 118 hewan. Dengan rincian 116 sapi dan dua ekor kerbau," ungkap Yepi Suherman, Kepala DKP3 Tangsel kepada RRI.co.id, Selasa (28/6/2022). 

Ia menuturkan, dari 118 hewan positif PMK itu, 96 hewan telah dinyatakan sembuh dan 22 lainnya masih dalam pengobatan.

Yepi menegaskan, lonjakan jumlah hewan ternak positif PMK dari sebelumnya 29 kasus menjadi 118 kasus itu, didapat dari peningkatan jumlah hewan ternak yang terus masuk sampai 27 Juni yang merupakan batas waktu terakhir pengiriman hewan ternak dari luar Tangsel, untuk keperluan kurban.

"Itu kan meningkat karena peningkatan signifikan pengiriman hewan ternak dari luar Tangsel," ucap dia.

Meski terjadi lonjakan jumlah kasus PMK yah signifikan, dia memastikan kalau penanganan hewan ternak positif untuk disembuhkan juga tinggi.

"Meski terjadi kenaikan tajam karena arus hewan yang masuk tinggi, tingkat kesembuhannya juga tinggi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan kami terus melakukan pemantauan dan pengobatan terhadap hewan-hewan tersebut," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar