Tempe Didaftarkan Jadi Warisan Kuliner Budaya UNESCO

KBRN, Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno ingin menjadikan tempe masuk ke dalam daftar warisan kuliner budaya dunia UNESCO sebagai bentuk dari Gerakan Indonesia Tempe Movement.

"Ini menarik setelah kami mendorong dangdut sebagai intangible cultural heritage, tempe ini menjadi item selanjutnya. Persiapan sudah dilakukan untuk kami masukkan tahun depan," ungkap Sandi dalam konferensi pers Kemenparekraf, dilansir dari laman resmi Kemenparekraf.go.id (27/5/21).

"Sebelumnya sudah ada upaya untuk mendaftarkan tempe. Tempe telah ditetapkan jadi warisan budaya nasional Indonesia kami mendukung tempe dari ukuran sachet sampai sebesar bata," ungkapnya.

"Belajar dari rendang, yang sudah menjadi panganan nomor satu di banyak media internasional, semoga tempe juga menjadi ikon kuliner kita. Harapan kami, ingat tempe ingat Indonesia," jelasnya.

"Dengan ditetapkan tempe jadi warisan budaya dunia harapan kita akan meningkatkan pengembangan produk-produk olahan tempe sebagai produk kuliner kebanggaan bangsa dan akan membawa tempe untuk roadshow dan promosi kuliner ke internasional," kata ia.

Sandiaga menjeleskan, roadshow kuliner yang dimaksud adalah Gerakan Indonesia Tempe Movement yang mengajak seluruh elemen mulai dari pengusaha, asosiasi, masyarakat, bahkan hingga peneliti tempe pun diajak untuk berkoordinasi agar tempe diakui sebagai warisan dunia. 

Indonesia Tempe Movement sendiri merupakan organisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan tempe secara lebih luas dengan image yang lebih baik daripada sebelumnya.

Ia pun berharap tempe bisa menjadi ikon kuliner kebanggaan Indonesia dan menjadi warisan budaya. Sehingga, akan meningkatkan pengembangan produk ekonomi kreatif yang bisa promosi di dunia internasional.

Selain itu, Tempe sachet yang dimaksud Sandi adalah tempe berukuran kecil. Sebelumnya, Sandi sempat menemukan tempe sachet ini Pasar Wonodri, Semarang. Tempe berukuran kecil ini disebut menjadi inovasi baru untuk mengakali mahalnya harga kedelai saat itu.

Lalu, Sandi mengungkapkan, juga bahwa pendaftaran tempe ke UNESCO ini akan dilakukan di penghujung semester 1 tahun 2021.

Pada tahun 2015, perencanaan tempe menjadi warisan budaya sudah menjadi bahan diskusi International Conference on Tempe. Konferensi tersebut juga merupakan cikal bakal terbentuknya Indonesia Tempe Movement.

Perencanaan tersebut awalnya telah diusung oleh PATPI atau Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia dan juga forum tempe Indonesia. Namun sayangnya, perencanaan tersebut sempat tertunda dengan hal lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00