Waspada Tinggi Hadapi Omicron

(Unsplash)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Belum sempat mereda, mutasi covid-19 kembali menyerang dengan varian-varian baru tak terduga. Varian barunya tidak hanya cepat menyebar, tetapi juga lebih mematikan. Varian Delta masih terus beranak pinak, kini dari Afrika Selatan diperkenalkan virus B 1.1.529 yang diberi nama Omicron. Ini merupakan  pengelompokan dalam kategori VOC bersama Alpha (B 1.1.7), Beta (B 1.351), Gamma (P1) dan Delta (B 1.617.2).

Semua varian VOC memiliki karakteristik lebih mudah menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah. Juga secara signifikan mengurangi antibodi, dapat mengurangi efektivitas pengobatan, vaksin atau diagnosis medis. Banyak mutasi yang terjadi, ada yang mengatakan 30 di spike protein, ada juga yg menyatakan sampai 50 total mutasi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengelompokkan varian baru Omicron ke dalam kategori kewaspadaan tertinggi. WHO sudah menggolongkannya dalam VOC berdasar rekomendasi WHI's Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE), kata Guru Besar Paru FKUI, Prof Tjandra Yoga Aditama kepada Pikiran Rakyat.com dan Antara. Virus B 1.1.529 itu diberi nama Omicron setelah dikelompokkan dalam kategori VOC bersama Alpha (B 1.1.7), Beta (B 1.351), Gamma (P1) dan Delta (B 1.617.2).

Mutasi Jenis Baru

Menurut mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini, Omicron adalah mutasi terbanyak virus Covid-19 dan sebagian mutasinya berjenis baru. Mutasi dalam jumlah banyak dan cepat dikhawatirkan memicu penyebaran yang cepat seperti yang terjadi di Afrika. Kasus naik tajam di hampir semua provinsi Afrika Selatan. Semula di Eropa hanya ditemukan di Belgia, maka sejak kemarin bertambah tiga negara lain, Jerman, Inggris dan Italia, selain di Israel dan Hongkong sehingga sudah lintas benua.

WHO mengelompokkan varian Omicron dalam VOC pada 26 November 2021 sejak kali pertama virus tersebut terkonfirmasi pada 9 November 2021. Ini cepat sekali pengelompokkan Omicron dalam VOC. Jarak antara virus ditemukan dengan dinyatakan sebagai VOC hanya 17 hari saja.

Omicron muncul pertama kali di Afrika Selatan pada November 2021. Disebut mengkhawatirkan oleh WHO karena varian ini lebih resisten terhadap vaksin. Omicron juga memiliki banyak gejala dan bisa bermutasi dalam berbagai bentuk. Penyebaran Omicron sudah terjadi di beberapa negara,  lebih mendominasi daripada Alpha, Beta, dan Delta. Minggu lalu Omicron baru ditemukan di tiga negara Eropa, yakni Inggris, Jerman, dan Italia.

Inggris baru mengumumkan munculnya varian Omicron pada Sabtu, 27 November 2021.

Dua orang yang baru datang dari Afrika Selatan dikatakan positif Covid-19 varian ini. PM Inggris Boris Johnson langsung meminta agar dua orang tersebut melakukan isolasi mandiri hingga mendapatkan hasil negatif.

Kasus pertama Omicron di Jerman terdeteksi pada 24 November 2021 dari dua orang yang datang melalui Bandara Munich. Meskipun identitas kedua orang ini tak dibeberkan oleh pemerintah, Tetapi Jerman memastikan dua orang tersebut sudah melakukan isolasi secara mandiri.

Di Italia kasus ini terdeteksi pada Sabtu, 27 November 2021. Kasus ini muncul di Milan terbawa seseorang yang baru pulang dari negara Mozambik.

Dua Kasus di Hong Kong

Hong Kong juga sudah mengonfirmasi adanya kasus Omicron,  ditularkan oleh seseorang yang baru saja pulang dari ke Afrika Selatan. Setelah orang tersebut dikarantina, Hong Kong mengabarkan munculnya kasus serupa lainnya terjadi di daerah tersebut. Diduga si pelancong ini diduga tak menggunakan masker secara benar. Akibatnya 12 orang yang tinggal berdekatan dengan si pelancong harus menjalani karantina wajib selama 14 hari ke depan. Varian Omicron juga diperkirakan sudah masuk ke negara Republik Ceko. Varian ini dibawa oleh seseorang yang baru saja pulang dari sebuah perjalanan ke Namibia.

Di Bostwana, salah satu sumber penemuan Omicron,Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Botswana menyatakan ada empat kasus Omicron sudah teridentifikasi. Tetapi ada kemungkinan kasus yang beredar bertambah mengingat ada 11 orang yang kini sedang masuk tahap pemeriksaan oleh tim medis setempat.

Sementara itu di Israel, Omicron muncul  Jumat, 26 November 2021, ditemukan dari seseorang yang baru saja melakukan perjalanan dari negara Malawi. Tetapi pemerintah mengaku sudah menangani kasus tersebut dan menempatkan orang yang tertular di fasilitas isolasi

World Health Organization (WHO) telah meningkatkan status varian baru tersebut menjadi variant of concern. Varian Omicron disebut mengandung 50 mutasi yang dapat memengaruhi kecepatan penularan virus untuk menghindari antibodi yang dibentuk oleh vaksin maupun yang dihasilkan secara natural oleh infeksi virus corona varian sebelumnya. Sudah 13 negara yang melaporkan adanya kasus konfirmasi varian ini di negara mereka. Selain Afrika Selatan dan Botswana, varian ini ditemukan di antaranya di Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia, dan Hongkong.

Indonesia Siaga

Meski belum ditemukan di Indonesia, pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah masuknya varian baru itu ke Tanah Air.  "Sampai sekarang Indonesia belum teramati adanya varian Omicorn ini," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring, Minggu.

Kebijakan yang diambil pemerintah adalah :

Larangan masuk.  Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah yakni membatasi pelaku perjalanan internasional yang hendak masuk ke Indonesia. Pembatasan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nomor IMI-0269.GR.01.01 Tahun 2021 tentang Pembatasan Sementara Orang Asing yang Pernah Tinggal dan/atau Mengunjungi Wilayah Beberapa Negara Tertentu untuk Masuk Wilayah Indonesia dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Varian Baru Covid-19 B.1.1 529. SE tersebut salah satunya mengatur pelarangan sementara sejumlah warga negara masuk ke Indonesia.

 "Penolakan masuk sementara ke wilayah Indonesia bagi orang asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sebelum masuk wilayah Indonesia," demikian bunyi petikan SE.

Selain itu, SE Ditjen Imigrasi Kemenkumham juga mengatur penangguhan sementara pemberian visa bagi sejumlah warga negara. "Penangguhan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga negara Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria," bunyi SE.

Dibawa Pelancong

Ilmuwan memperingatkan varian baru Covid-19 yang disebut B.1.1.529 dapat menghindari kekebalan dan berpotensi meningkatkan penularan. Varian baru ini menunjukkan penyebaran sangat cepat di Afrika Selatan. Terdeteksi pertama kali di Botswana, Afrika Selatan, yang diumumkan Menteri Kesehatan Joe Phaahla. Seketika hal ini pun menggegerkan dunia, sebab, varian Botswana ini membawa banyak mutasi virus corona. Awalnya, kemunculan varian baru tersebut disadari sebagai wabah kluster. "Awalnya terlihat seperti beberapa wabah cluster, tetapi sejak kemarin, indikasi datang dari ilmuwan dari Network of Genomic Surveillance (Jaringan Pengawasan Genomik) bahwa mereka sedang mengamati varian baru," kata Phaahla, dikutip dari CNN.

Varian baru Botswana ini dibawa pelancong ke Hong Kong dari Afrika Selatan.  Pejabat setempat menduga bahwa varian baru Botswana itulah yang memicu lonjakan kasus Covid-19 di negara ini. Ilmuwan Afrika Selatan yang tergabung dalam National Institute for Communicable Diseases (NICD) mengungkapkan bahwa varian baru dari Botswana ini membawa banyak mutasi virus corona.

Jika varian Beta yang juga terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan memuat tiga mutasi virus, sedangkan varian Delta mengandung dua mutasi virus corona. Sementara varian baru Covid-19 dari Botswana, diketahui mengandung 10 mutasi virus corona.

Di tengah menghadapi gelombang Covid-19 ketiga, Perancis terapkan lockdown ketat setelah lonjakan kasus Covid-19 terjadi di negara ini. Kekhawatirannya adalah ketika Anda memiliki begitu banyak mutasi, itu dapat berdampak pada bagaimana virus berperilaku. Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, mengatakan dalam konferensi pers virtual dikutip dari Science Alert. Sebab itulah, kata Van Kerkhove, diperlukan waktu untuk memahami apa dampak yang akan ditimbulkan varian B.1.1.529 tersebut terhadap vaksin potensial yang telah dikembangkan dan digunakan saat ini. "Varian ini mengandung banyak mutasi yang tidak kita kenal," kata salah seorang ilmuwan Afrika Selatan Penny Moore.

Kekhawatiran lain terhadap varian baru ini adalah kemampuannya yang disebut dapat menghindari kekebalan. Diperlukan lebih banyak studi untuk memahami tingkat keparahan klinis dari infeksinya,  dengan membandingkan varian Covid-19 sebelumnya. Alat terbaik yang dimiliki saat ini untuk melawan varian-varian virus corona adalah dengan vaksin. Tetapi Novovax dan Johnson & Johnson mencatat hasil uji vaksin virus corona pada varian baru ini. Hasilnya efikasi vaksin kurang efektif. Ada  potensi penghindaran kekebalan yang diduga bisa dilakukan varian baru ini.

Jumlah kasus varian baru Botswana yang terdeteksi dan persentase orang yang dites positif, menunjukkan peningkatan penyebaran yang sangat cepat di tiga provinsi di negara itu. Kasus ini juga terdeteksi di kota Gauteng, yakni pusat perekonomian Afrika Selatan, Johannesburg dan ibu kota Pretoria.

Penulis : Tjuk Suwarsono

Editor : Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar