FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Unjuk Rasa Masyarakat Belanda Menolak Prokes

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Aksi unjuk rasa masyarakat Belanda berujung ricuh soal kebijakan pemerintah terkait protokol kesehatan (prokes), yaitu pelarangan masuk ke ruang publik.

Tepatnya, ketentuan bagi warga yang belum melakukan vaksinasi, dan juga terkait lockdown parsial untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

Bentrok antara massa dengan polisi pun tidak dapat dihindari. Petugas menyerang kelompok demonstran di Den Haag dan menyemprotkan meriam air guna memadamkan tumpukan sepeda yang dibakar.

"Orang-orang di sini memprotes 2G dan penguncian wilayah. Mereka marah karena itu," ujar pemilik toko piza di Den Haag Ferdi Yilmaz, kepada AFP dilansir, Minggu (21/11/2021).

Imbas insiden itu, menurut kepolisian Den Haag, lima anggotanya dilaporkan mengalami luka-luka.

Satu orang dibawa ke rumah sakit lantaran gegar otak, dua orang lain mengalami gangguan pendengaran akibat letusan kembang api.

Batu-batu yang dilempar para demonstran disebut menghancurkan jendela ambulans yang tengah melintas dan membawa seorang pasien.

Diketahui, Belanda kembali menerapkan penguncian wilayah selama kurang lebih tiga minggu. 

Pemerintah juga berencana melarang orang-orang yang belum mendapatkan vaksin memasuki ruang publik tertentu atau yang disebut 2G.

Toko milik Yilmaz juga terdampak atas kerusuhan yang terjadi. Menurut dia, polisi menyeret beberapa orang dari tokonya, memecahkan kaca di pintu depan, dan memukul tangannya tanpa alasan.

Polisi berpakaian preman juga menangkap sejumlah orang di lingkungan kelas pekerja Schilderswijk, Den Haag.

Selain itu, mereka juga menyeret seorang perempuan dari mobil. (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar