Serukan Gencatan Senjata, Menhan AS Menghubungi Rusia

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Pembicaraan ini adalah pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina, pada (24/2/2022).

"Kami (AS) menyerukan gencatan senjata segera di Ukraina," kata Austin dialnsir dari laman Reuters, Minggu (15/5/2022).

Austin mencoba beberapa kali berbicara dengan Shoigu sejak invasi dimulai tiga bulan lalu, tapi Moskow tidak merespons.

"Dalam pembicaraan yang berlangsung Jumat, 13 Mei 2022, (Menteri Pertahanan Amerika Serikat, red) menekankan pentingnya menjaga jalur komunikasi," kata Juru Bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, komunikasi itu dilakukan atas inisiatif Austin telah berlangsung sekisar satu jam. 

Namun, pembicaraan itu tidak menyelesaikan masalah khusus atau mengarah pada perubahan langsung atas apa yang dilakukan oleh Rusia di Ukraina.

Kantor berita Rusia TASS mengutip kementerian pertahanan Rusia mengatakan, bahwa panggilan itu terjadi atas inisiatif pihak Amerika. 

"Isu-isu topikal keamanan internasional dibahas, termasuk situasi di Ukraina," kata TASS yang mengutip kementerian.

Amerika Serikat dan Rusia telah membuat hotline sejak invasi untuk mencegah salah perhitungan dan konflik melebar. 

Hotline "deconfliction" adalah saluran telepon terbuka yang berbasis di markas Komando Eropa dan berada di bawah Jenderal Angkatan Udara Tod Wolters, yang memimpin semua pasukan AS di Eropa.

Sejak perang Rusia Ukraina dimulai, Amerika Serikat telah mengirimkan sekitar US$ 3,8 miliar untuk senjata.

Pada awal pekan ini, Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui lebih dari US$ 40 miliar lebih banyak bantuan untuk Ukraina. Tapi, Senat belum menyetujui bantuan tersebut.

Perang telah menewaskan ribuan warga sipil, memaksa jutaan orang meninggalkan rumah, dan membuat kota menjadi puing-puing. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar