Rusia Hapus Batas Usia Atas Gabung Militer

Ilustrasi militer Rusia. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Parlemen Rusia telah mengesahkan undang-undang yang menghapus batas usia atas bagi orang ingin mendaftar bergabung dengan tentara, pada Rabu (25/5/2022).

Itu, sebagai tanda bahwa Moskow mungkin ingin merekrut lebih banyak pasukan untuk kampanye militer di Ukraina.

Sebab, di bawah undang-undang saat ini, masyarakat Rusia berusia 18-40, dan warga negara asing berusia 18-30 memiliki hak untuk menandatangani kontrak dinas militer pertama mereka.

“Kita perlu memperkuat Angkatan Bersenjata, membantu Kementerian Pertahanan," kata Juru Bicara Parlemen Viacheslav Volodin dilansir dari laman Aljazeera, Minggu (29/5/2022).

Rusia telah mengumumkan lebih dari seribu kematian tentara sejak menginvasi Ukraina, pada 24 Februari 2022.

“Panglima Tertinggi kami melakukan segalanya untuk memastikan bahwa tentara menang, dan meningkatkan efektivitasnya,” katanya.

Moskow telah menggambarkan invasi tersebut sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan untuk “denazifikasi” dan “demiliterisasi” Ukraina, dan telah berjanji untuk melanjutkan pertempuran sampai tujuannya tercapai.

"Majelis rendah dan tinggi parlemen mendukung RUU itu dalam semua bacaan yang diperlukan, dan akan pindah ke meja Presiden Rusia Vladimir Putin untuk ditandatangani menjadi undang-undang," dalam sebuah pernyataan diterbitkan di situs Duma Negara, majelis rendah parlemen.

Tujuan Rusia

Andrey Kartapolov, co-penulis RUU dan kepala komite pertahanan parlemen menjelaskan tujuan pengesahan undang-undang itu.

"Bahwa alasan di balik itu adalah untuk memungkinkan untuk menarik "spesialis yang sangat profesional" untuk penggunaan senjata presisi tinggi," kata Kartapolov.

Pengalaman menunjukkan, lanjut dia, tingkat keahlian seperti itu datang pada usia 40-45.

"Keputusan itu juga akan memungkinkan perekrutan spesialis di bidang lain dari dinas militer. Seperti dukungan medis, pemeliharaan dan komunikasi," kata Kartapolov.

Keputusan parlemen Rusia datang sehari setelah Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengesampingkan batas waktu untuk berakhirnya operasi militer di Ukraina, dan menekankan bahwa itu akan berlanjut "sampai semua tujuan tercapai".

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar