Ukraina Terima Kiriman Pasokan Rudal dan Meriam

Ilustrasi rudal antikapal Harpoon. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengatakan, Ukraina mulai menerima pasokan rudal antikapal Harpoon dari Denmark, dan meriam howitzer dari Amerika Serikat.

"Kiriman itu akan memperkuat pasukan Ukraina melawan invasi Rusia.Pertahanan pesisir negara kami tidak hanya akan diperkuat oleh rudal Harpoon, rudal itu akan digunakan oleh tim terlatih Ukraina," tulis Reznikov di akun Facebook miliknya dilansir dari laman Reuters, Minggu (29/5/2022).

Menurut dia, rudal Harpoon akan dioperasikan bersama rudal Neptune Ukraina untuk mempertahankan wilayah pesisir negara tersebut.

"Termasuk untuk pertahanan di Pelabuhan Selatan Odesa," kata Reznikov.

Baca juga: Putin Komunikasi dengan Prancis dan Jerman

Usai meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Rusia memberlakukan blokade laut di pelabuhan Ukraina. Akibatnya, ekspor pangan biji-bijian penting terhambat.

Moskow juga memanfaatkan armada Laut Hitam mereka untuk melakukan serangan rudal terhadap Ukraina, yang sejak itu mulai menerima bantuan militer dari Barat.

"Pasokan rudal Harpoon merupakan hasil kerja sama sejumlah negara," klaim dia.

Sedangkan soal pengiriman dari Denmark itu, Reznikov menyebut peran Inggris.

"Berkat partisipasi teman-teman Inggris kami," kata dia.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, pada Senin, mengatakan bahwa Denmark akan menyediakan sebuah peluncur Harpoon dan rudal untuk Ukraina.

Menurut Menhan Rusia, Ukraina juga mendapat berbagai artileri berat seperti meriam howitzer M109 buatan AS yang memungkinkan militer Ukraina menyerang target dari jarak yang lebih jauh.

Bulan lalu pejabat senior pertahanan AS menuturkan bahwa militer AS mulai melatih sejumlah kecil pasukan Ukraina dengan menggunakan artileri howitzer dan latihan itu digelar di luar Ukraina.

Baca juga: Jejak Rusia Mendominasi Pasokan Nuklir Dunia

Ukraina mengaku ingin mengamankan pengiriman peluncur roket ganda (MLRS) jarak jauh M270 buatan AS dan menggunakannya untuk mengusir pasukan Rusia di wilayah timur mereka.

Harpoon adalah rudal antikapal yang dapat beroperasi di segala cuaca dan menggunakan pelacak radar aktif, dan mampu terbang tepat di atas air untuk menghindari cegatan. 

Rudal itu dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, pesawat atau artileri pesisir.

Rusia mengeklaim pasukannya sedang melakukan operasi khusus untuk mengurangi kemampuan militer Ukraina dan menyingkirkan nasionalis radikal anti-Rusia.

Sedangkan Ukraina beserta sekutu menyebut klaim Rusia itu sebagai dalih palsu untuk menggempur Ukraina, pada 24 Februari 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar