Presiden Mendengarkan Perspektif G7 Penyelesaian Konflik Rusia- Ukraina

Presiden Joko Widodo melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Joe Biden dalam pertemuan G7 di Jerman. (foto: Antaranews)

KBRN, Jakarta: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menekankan pentingnya kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Presidensi G20 untuk menyerap informasi dan mendengarkan perspektif dari negara-negara G7 untuk menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina.

"Kalau kita lihat dari rentang waktu, kunjungan pertama dilakukan ke Jerman bertemu dengan negara G7 ini juga merupakan kesempatan saya yakini bahwa bapak Presiden menggunakan berbagai pertemuan bilateral yang dilakukan dan juga pertemuannya di G7 tersebut untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya mencoba mendengarkan langsung perspektif berbagai negara atas konflik itu sendiri," kata Teuku Faizasyah dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa (28/6/2022).

Ia menekankan pentingnya melihat perspektif negara G7 dalam memprediksi penyelesaian konflik ke depan. Alasannya, konflik Rusia-Ukraina dirasakan tidak saja dari Eropa namun telah menjadi tantangan yang bersifat global karena isu ketahanan pangan dan energi dihadapi oleh negara-negara di dunia. 

"Jadi sudah akumulasi permasalahan yang saya yakini dan semua pihak yakini tidak bisa diselesaikan oleh negara-negara besar yang menjadi anggota G7 atau negara Eropa semata. Namun memerlukan kerja bersama dan itulah arti penting peran Indonesia sebagai middle power negara yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi berangkat dari kapasitas nama baiknya misalnya, peran yang sudah dimainkan selama ini dalam penanganan konflik," paparnya.

Menurutnya, hal ini menjadi modal bagi Indonesia untuk mendorong dialog kembali antara pihak yang bertikai dalam konflik Rusia-Ukraina. 

"Kalau kita cermati dari apa yang beliau sampaikan sebelum keberangkatan esensinya adalah untuk mencoba ikut berperan dalam penanganan konflik melalui penekanan dalam membangun komunikasi. Jadi itu yang sebenarnya sudah berulang kali disampaikan bapak presiden," tegasnya. 

Menjelang kedatangan Presiden Jokowi ke Ukraina, menurut Faizasyah, masih terjadi serangan Rusia ke Ukraina. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah Presiden Jokowi untuk membatalkan kunjungan ke negara tersebut. 

"Dari sisi laporan yang kita terima belum ada perubahan dari rencana dari bapak Presiden," jelasnya. 

Presiden Jokowi dijadwalkan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev, Ukraina, dan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia, setelah menghadiri KTT G7 di Jerman 26-28 Juni 2022.

Pertemuan Jokowi dengan Zelensky dan Putin diperkirakan dilakukan antara tanggal 29 dan 30 Juni 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar