Tradisi Pindapatta Jelang Waisak Tetap Patuhi Prokes

Umat Buddha di Denpasar mempersembahkan makanan kepada para bhikkhu pada acara Pindapatta, menjelang Hari Tri Suci Waisak 2022. (Foto: Istimewa)

KBRN, Denpasar: Kendati ada pelonggaran aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sejumlah kegiatan tradisi menjelang Hari Tri Suci Waisak di Denpasar tetap diselenggarakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Salah satunya tradisi Pindapatta atau mempersembahkan makanan kepada para bhikkhu.

Sebelum pandemi, tradisi sedekah ini biasanya diikuti ribuan umat Buddha dengan mempersembahkan makanan kepada bhikkhu di sepanjang Jalan Gunung Agung, Denpasar, menuju Vihara Buddha Sakyamuni. Tapi tahun ini, umat Buddha mempersembahkan makanan kepada para bhikkhu dengan langsung mendatangi vihara.

Pengurus Daerah Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia Provinsi Bali, Pandita Muda Oscar Naib Wanouw yang dikonfirmasi RRI di Denpasar mengatakan, tradisi Pindapatta sejatinya mengajarkan umat Buddha beramal sesuai ajaran Sang Buddha.

“Memberikan dana makan kepada para bhikkhu, tetapi tidak melalui keliling membawa bowl itu, (melainkan) umat datang ke vihara menyerahkan dana makan setelah itu mendapatkan berkah. Dana makan ini juga diserahkan kepada warga kurang mampu dan panti asuhan,” ungkap Oscar Naib Wanouw, Sabtu (14/5/2022).

Oscar Naib Wanouw mengungkapkan, selain Pindapatta, umat Buddha juga menggelar Pattidana menjelang Hari Tri Suci Waisak. Ia menjelaskan, Pattidana bertujuan untuk pelimpahan jasa atau bakti kepada orang tua maupun leluhur dengan melaksanakan puja bakti. 

“Pattidana ini adalah bentuk penghormatan kepada orang tua dan leluhur, kita melimpahkan kebajikan yang kita lakukan kepada orang tua untuk lebih meringankan beban mereka maupun leluhur yang telah mendahului,” pungkas Oscar Naib Wanouw.

Perayaan Hari Tri Suci Waisak, pada 16 Mei 2022 mendatang, dipastikan sesuai protokol kesehatan. Puja Bakti di Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar akan digelar dua kali, yakni pukul 11.30 Wita dan pukul 17.00 Wita. Puja bakti akan dihadiri ribuan umat dengan protokol kesehatan ketat serta melalui live streaming. 

Sebelum puja bakti akan dilakukan pelepasan burung atau Abhayadana yang bermakna membebaskan makhluk hidup dari bahaya untuk mendapatkan kebahagiaan cinta kasih. Hari Tri Suci Waisak bagi umat Buddha merupakan pendalaman dhamma yang merupakan impelementasi tiga peristiwa penting yang terjadi pada bulan yang sama, yakni kelahiran Pangeran Sidharta Gautama atau calon Buddha, mencapainya kebuddhaan atau pencerahan Pangeran Sidharta yang mendapat gelar Buddha, dan Parinibana atau wafatnya Sang Budha

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar