Kasus Mafia Tanah Tangerang Menguak Fakta Baru

Suasana sidang kasus dugaan mafia tanah di Pengadilan Negeri Tangerang

KBRN, Tangerang: Pengadilan Negeri Tangerang kembali menggelar sidang lanjutan atas dugaan kasus mafia tanah seluas 45 hektare di Kelurahan Kunciran Jaya-Cipete Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Hasilnya, terkuak fakta baru berdasarkan keterangan dari lima orang saksi yang dihadirkan.

Dalam sidang kelima ini dipimpin Majelis Hakim, Nelson Panjaitan. Bahkan, Nelsonpun memberondong pertanyaan kepada para saksi salah satunya soal dokumen yang dipalsukan. Dan kapan mereka melihat sertifikat yang telah dipalsukan tersebut.

"Pernah (melihat sertifikat yang dipalsukan, Red). Kami lihat setelah kejadian sama penyidik. Sertifikat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangun, Red) satu sampai sembilan," jawab salah satu saksi bernama Dimas saat diliput RRI.co.id, Kamis (22/7/2021).

Dijelaskan saksi lainbya bernama Ibnu, banyak kejanggalan yang terdapat di sertifikat tersebut. Mulai dari tak terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) hingga pemalsuan tanda tangan Kepala BPN Kota Tangerang. 

"Seluruhnya yang mulia, karena tidak terdaftar di BPN. Tanda tangan kepala BPN juga dipalsukan. Nomornya juga palsu sehingga tidak terdaftar di BPN," ucapnya.

Dari keterangan Nisom yang juga saksi, bila terdakwa Darmawan dalam menjalankan aksinya mengiming-imingi warga yang menggarap lahan Rp1 juta/ satu petak lahan. Lahan yang digarap tersebut diklaim milik terdakwa.

"Dia cuma ganti garapan dan itu pun kepada orang biasa, 1 kotak diganti sejuta. Warga disuruh tanda tangan dengan format seolah-olah itu tanah Darmawan. Bunyinya bahwa tanah ini akan dikembalikan kepada saudara Darmawan padahal Darmawan suratnya tidak ada sampai saat ini," bebernya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Adib Fachri Dili mengaku, optimis dengan keterangan saksi yang dihadirkan tersebut. Berikut juga saksi yang akan dihadirkan dalam sidang selanjutnya.

"Terkait dengan sidang tadi kami optimis yah untuk pembuktian. Karena dari korban juga sudah menunjukkan sertifikat dan bukti kepemilikan," katanya.

"Tinggal nanti hakim meminta untuk menghadirkan BPN untuk mencocokkan bener gak nih yang dipalsukan sertifikat SHGB 1 sampai 9 itu," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang ke-empat dugaan kasus mafia tanah 45 hektar di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten dengan agenda pembacaan putusan sela dan eksepsi, Senin (12/7/2021).

Hasilnya, Majelis Hakim yang dipimpin Nelson Panjaitan menolak eksepsi yang diajukan dua terdakwa atas nama Darmawan dan Mustafa Camal Pasha. (AL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00