FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Penyebar Hoaks Vaksinasi Dapat Dijerat Hukum

KBRN, Aceh Singkil: Kejaksaan Negeri Aceh Singkil mengingatkan, bahwa penyebar hoaks vaksinasi dianggap sebagai penghalang pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sehingga dapat dijerat Hukum Pidana, sesuai dengan  UU Negara Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.  Hal ini ditegaskan mengingat banyaknya berita hoaks yang beredar terkait vaksinasi Covid-19, yang membuat banyak masyarakat enggan untuk divaksin.

Kasi Inteligen Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Edi Suhaidi mengatakan, sesuai undang-undang tersebut, penghalang vaksinasi dapat dikenakan hukum pidana, sehingga jangan sampai asal memberitakan hoaks.

“Bagi siapa saja yang menghalang-halangi untuk vaksinasi itu dapat dikenakan pidana, di pasal 14 dan 15. Jadi jangan kita sembarangan memberitakan hoaks-hoaks untuk menghalangi terjadinya vaksinasi.  Karena kenapa, masyarakat karena kemajuan teknologi hoax sudah duluan sampai ke masyarakat umum,” ujarnya kepada RRI, Kamis (21/10/2021). 

Dijelaskan Edi, vaksinasi sangat berguna untuk menghindari Covid-19. Sehingga masyarakat tidak perlu takut divaksin karena berita hoaks.

“Vaksinasi itu sangat berguna bagi kita. Dan kita menyarankan supaya masyarakat Aceh Singkil ikut vaksin untuk menghindari untuk menghindari wabah penyakit Covid-19. Contohnya tahun-tahun sebelumnya, ada vaksinasi cacar, vaksinasi folio. Itu kan pasti ada efeknya bagi si penerima vaksin.  Dulunya kita tidak ada yang merebak luas, sehingga masyarakat tidak mau divaksinasi.  Jadi sekarang dengan kecanggihan teknologi, orang menyalahgunakan sehingga berita hoax cepat tersebar, sehingga masyarakat takut untuk divaksinasi,” papar Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, untuk menghindari merebaknya berita hoaks di Aceh Singkil, pelaku dapat dilaporkan ke Pihak yang berwajib dengan menunjukkan bukti-bukti yang menyebar. 

Ia juga menghimbau masyarakat Aceh Singkil lebih bijaksana dalam menggunakan media internet maupun komunikasi, baik melalui komputer, telepon genggam, smartphone, tablet, maupun peralatan lainnya, sehingga terhindar dari perbuatan pidana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00