Jeratan Hukum Terduga Pemalsuan Surat IO Pelabuhan

KBRN, Jakarta: Polisi telah menangkap satu terduga pelaku penjual Surat Izin Operasional (SIO) palsu berinisial RAH (24) beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Kanit 3 Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Wan Deni Ramona mengungkapkan, pada saat ditangkap, RAH mengakui bahwa dirinya bekerja sebagai wartawan di salah satu media di Bekasi, Jawa Barat.

"Terduga pelaku ini mengaku kepada kita bahwa dirinya seorang wartawan di salah satu media di Kota Bekasi," kata Deni saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (22/10/2021).

Lewat sosial media Facebook, kata dia, RAH berhasil memasarkn jasanya tersebut kepada para pelanggan.

"Secara spesifik, pelaku menawarkan SIO palsu untuk operator forklift yang enggan mengurus dokumen tersebut," ujar dia.

Diketahui SIO palsu ini juga disertai dengan dokumen sertifikat pelatihan imitasi yang makin membuat para operator tertarik.

"Satu surat Rp200.000, SIO termasuk surat pelatihan, jadi seolah-olah operator sudah mengikuti pelatihan. Dia sudah 10 kali melakukan perbuatan itu, sudah memalsukan surat itu dalam sebulan," jelas Deni.

Dia juga mengatakan, dalam menjalankan bisnis kotornya ini RAH hanya bekerja seorang sendiri.

"Ia pun hanya mengandalkan alat komputer, printer, dan alat-alat pendukung lainnya," katanya.

Saat mendapati informasi terkait peredaran SIO palsu di pelabuhan, tim langsung bergerak lewat patroli siber.

"Sasarannya kepada operator, seperti di pelabuhan, operator forklift, operator crane, dan tenaga kerja lainnya. Dia menawarkan lewat akun Facebook, menawarkan bisa membantu pembuatan dokumen ataupun SIO," ungkap Deni.

Undercover buying pun dijalankan sebagai metode penangkapan RAH. Polisi membeli SIO yang dihargai Rp200.000 yang awalnya dikirimkan dengan ojek online.

Setelah memastikan SIO khusus forklift tersebut palsu, polisi mengajak RAH bertemu untuk melakukan pembayaran.

RAH sudah ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat, serta digiring ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, pada Senin (18/10/2021) lalu.

"Terduga pelaku dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman penjara selama 6 tahun penjara," katanya. (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00