Menipu dari Penjara, Narapidana Dihukum Seumur Hidup

Ilustrasi Narapidana dalam Penjara. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Seorang pengedar narkoba berinisial AAS telah menjadi narapidana penjara seumur hidup.

Hukuman itu ia terima karena melakukan dugaan tindak pidana penipuan melalui media sosial, dari dalam Lapas selama menjalani masa pidananya. 

AAS semula mencari korban di media sosial dan kemudian menjalin komunikasi melalui aplikasi perpesanan seperti Whatsapp.

Ia sempat mengaku sebagai anggota Polri dan menjalin komunikasi dengan korban, bersama dua tersangka lain yang telah menjadi mantan narapidana.

"Tersangka atas nama AAS yang merupakan narapidana atau warga binaan saat ini menjalani hukuman seumur hidup. Kasusnya ada kasus narkoba. Jadi melakukan aksi penipuan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (18/1/2022).

Dalam membuat korban percaya, AAS dibantu oleh dua tersangka lain berinisial H dan AZP.

Keduanya berperan membuat sejumlah dokumen palsu yang digunakan AAS dalam berkomunikasi dengan korban. 

"Dia mengirimkan dokumen-dokumen mutasi atau perpindahan untuk meyakinkan dan juga merayu korban. Setelah lebih akbrab, tersangka meminta bantuan kepada korban dengan berbagai alasan," jelasnya. 

Tersangka meminta korban mentransferkan sejumlah uang ke rekening yang telah disiapkannya.

Dimana, rekening itu dikelola oleh temannya yang sudah tak mendekam di penjara. 

Setelah modus itu terendus oleh kepolisian, para tersangka diamankan di wilayah Rokan Hillir, Riau, pada 18 November 2021 lalu.

Penyidik turut mengamankan handphone, KTP, buku tabungan, kertas catatan, dan beberapa akses pin ke rekening penampungan. 

"Banyak pasal yang dijerat untuk diterapkan kepada tersangka yang merupakan narapidana yang saat ini menjalani hukuman penjara seumur hidup," jelasnya. 

Adapun para tersangka dijerat melanggar Pasal 51 ayat (1) dan (2) jo pasal 35 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 55 ke-1 jo 378 KUHP adn/atau Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 82 jo Pasal 83 Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar