Tersangka SD Dirawat di ICU RS Adhyaksa

Tersangka SD didorong di atas kursi roda menuju gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/8/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

KBRN, Jakarta: Tersangka dugaan kasus korupsi perizinan PT Duta Palma Group 'SD' dirawat di ruang ICU RS Adhyaksa. SD dalam keadaan sadar, namun mengeluh sakit pada dada.

"Ya ini dipindahkan ke ruang ICU. Beliau mengeluh dadanya sebelah kiri badannya pegal, dan kemudian dia katakan sulit digerakkan tangannya sebelah kiri," kata Kuasa Hukum SD, Juniver Girsang dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (18/8/2022).

Juniver mengungkapkan, riwayat kesehatan SD. "Pak Surya ini sebelumnya sudah di-bypass kemudian tiga kali distem, jadi memang jantungnya akut di usia 71 tahun," ucapnya.

Juniver mengatakan, dalam perawatannya SD didampingi pihak keluarga. "Keluarga menemani beliau dalam perawatan ini," kata Juniver.

Dengan kondisi kesehatan yang terganggu ini, kata Juniver, pemeriksaan SD oleh Kejaksaan Agung dihentikan sementara. "Ya betul kalau sudah pulih dilanjutkan pemeriksaannya," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana mengatakan, tersangka SD yang didampingi Tim Penasihat Hukum saat dilakukan pemeriksaan. Awalnya pemeriksaan berjalan lancar, namun kemudian kondisi kesehatan SD menurun.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka SD, kondisi tersangka mengalami drop atau sakit. Sehingga penyidik meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada yang bersangkutan," kata Ketut Kamis (18/8/2022). 

"Setelah usai dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter, tersangka SD disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan. Pemeriksaan akan dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur," ucap Ketut Sumedana. 

Ketut mengungkapkan KPK juga akan melakukan pemeriksaan terhadap SD di Gedung Bundar Kejagung. "Selanjutnya, pada Jumat 19 Agustus 2022 bertempat di Gedung Bundar Jam Pidsus, tersangka SD akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK," kata Ketut.

SD adalah pemilik PT. Duta Palma Group yang memiliki perkebunan sawit di Kabupaten Indragiri Hulu. Tuduhan pada SD adalah korupsi dan pencucian uang yang menyeret Bupati Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar