Wamenag Prihatin Terjadi Kasus Jemaah Furoda Dideportasi

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa"adi saat melihat jemaah Indonesia di pemondokan di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (3/7/2022). (Foto: Media Center Haji 2022)

KBRN, Mekkah: Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, merasa prihatin atas pemulangan 46 warga negara Indonesia (WNI) yang menyebut dirinya sebagai jemaah haji furoda ke Tanah Air.

Mereka tidak lolos proses imigrasi di Arab Saudi, sesaat setelah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Kamis (30/6/2022) malam.

"Yang pasti kami dari Kemenag sangat prihatin dan juga pasti sedih ada korban lagi," ujar Zainut usai meninjau pemondokan jemaah di Sektor Misfalah, Makkah, Minggu (3/7/2022). 

Puluhan jemaah tersebut dideportasi ke Indonesia, karena mereka menggunakan visa mujamalah yang diperuntukkan warga Malaysia dan Singapura. Sehingga tidak tercatat dalam sistem Imigrasi Saudi. 

Permasalah lainnya, yaitu travel yang memberangkatkan mereka tidak terdaftar di Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Zainut mengatakan, permasalahan ini seharusnya dapat dihindari jika jemaah cermat ketika memilih biro perjalanan yang menawarkan perjalanan haji. Ia menyarankan jemah, agar tidak mudah tergiur dengan travel yang menawarkan berhaji tanpa antrean. Terlebih, biaya yang dipatok di luar kewajaran.

"Jemaah harus cermat, apakah dia (travel) sudah terdaftar atau tidak, yang terdaftar pun ada kualifikasi. Apakah dia boleh selenggarakan ibadah haji khusus atau tidak. Termasuk juga penyelenggaraan ibadah haji yang memakai visa mujamalah atau furoda," papar Zainut.

Zainut pun mengungkapkan, masalah ini dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga oleh masyarakat di Tanah Air.  

"Ini menjadi pelajaran berharga untuk seluruh masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji, agar betul-betul selektif dalam memilih biro perjalanan haji," pesan Zainut.

Zainut menegaskan, Kemenag akan terus mengevaluasi terkait pelaksanaan haji menggunakan visa furoda. Seperti diketahui, visa yang dipegang jemaah furoda memang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi yang diberikan kepada mitranya sebagai visa undangan.

"Sehingga tentunya harapan kami itu dilaksanakan oleh travel yang betul-betul memiliki izin dan juga punya pengalaman sebagai travel yang tingkat pelayanannya baik dan yang kualitasnya juga memuaskan," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar