Kasus Haji Dipulangkan, Kemenag Diminta buat Terobosan 

Jemaah haji melaksanakan umrah perdana di Masjidil Haram, Mekkah (ANTARA/HO.MCH2022)

KBRN, Jakarta: Ketua Umum IPHI Ismed Hasan Putro meminta Kementerian Agama (Kemenag) membuat terobosan tidak ada lagi kasus jemaah dipulangkan. Hal ini merujuk kasus 46 jemaah calon haji non-kuota asal Indonesia yang dipulangkan pemerintah Arab Saudi karena tidak gunakan visa haji Indonesia.

Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia

"Kewajiban bagi pemerintah, Kementerian Agama untuk mencari terobosan agar praktik jalan pintas di dalam menunaikan ibadah haji tidak terus berlangsung," kata Ismed Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (4/7/2022).

Ismed mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada umat Islam agar beribadah haji tetap sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah juga harus memberikan hukuman kepada travel yang menyelenggarakan umroh dan haji secara ilegal.

"Jika mereka melakukan penyimpangan ya mereka di-blacklist seumur hidup. Tidak boleh lagi membuka travel untuk penyelenggaraan umroh dan haji. Orang-orangnya harus diberi punishment bila perlu dimiskinkan," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 46 warga negara Indonesia (WNI) tertahan di Imigrasi Arab Saudi setibanya mereka di Jeddah, Kamis, 30 Juni 2022, dini hari. Mereka berangkat ke Arab Saudi dengan penerbangan reguler, dan mendarat di Bandara Internasional Jeddah, Arab Saudi. 

Mereka tidak lolos proses imigrasi setelah diketahui bahwa visa yang dibawa tidak ditemukan dalam sistem imigrasi Arab Saudi. Menurut pengakuan pihak travel, mereka menggunakan visa dari Singapura dan Malaysia untuk memberangkatkan 46 WNI tersebut. 

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief prihatin dengan peristiwa tersebut. Apalagi kedatangan 46 WNI ini ke Arab Saudi dengan niat untuk menunaikan ibadah haji. Travelnya juga bukan yang biasa memberangkatkan jemaah haji khusus, belum terdaftar di Kemenag sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Ke-46 WNI ini tidak bisa masuk ke Saudi dan mereka dipulangkan kembali ke Indonesia,” terang Hilman Latief di Makkah, Sabtu (2/7/2022) seperti dikutip dari Kemenag.go.id. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar