Mobilitas Masyarakat Masih Tinggi, Syarat Penerbangan Diperbarui

Jubir Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati (Dok Istmw)

KBRN, Jakarta: Kementerian Perhubungan kembali mengeluarkan aturan baru terkait persyaratan perjalanan masyarakat ditengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dengan penerbitan Surat Edaran (SE) No. 15 tahun 2021 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Pembaruan persyaratan perjalanan menggunakan transportasi udara itu diungkapkan Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, yakni untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dengan pesawat terbang di saat momen libur Idul Adha 1442 Hijriah. 

"Di masa libur Idul Adha, kita melihat ada potensi pergerakan mobilitas masyarakat yang meningkat. Lebih spesifik lagi, sejak tanggal 19 hingga 25 Juli kita masuk ke periode libur Idul Adha. Sehingga diantisipasi dengan dikeluarkan SE nomor 53," ungkap Adita dalam dialognya bersama Pro3 RRI, Selasa (20/7/2021). 

Lebih lanjut ia menjelaskan, sejumlah pembaruan aturan persyaratan penerbangan saat PPKM darurat diberlakukan untuk wilayah pulau Jawa dan Bali, yakni pada kewajiban menunjukan sertifikat vaksinasi Covid-19 serta dokumen negatif Covid-19 pada pemeriksaan Reverse transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang berlaku selama 2×24 jam. 

"Dengan syarat vaksin atau RT PCR dan membawa surat tugas. Jadi, yang akan melakukan penerbangan ini hanya orang-orang yang punya keperluan esensial dan kritikal," ujar Adita. 

Akan tetapi, Jubir Kemenhub ini membeberkan bahwa untuk syarat perjalanan dengan menyertakan sertifikat vaksinasi Covid-19 hanya diberlakukan bagi perjalanan dari dan tujuan wilayah Pulau Jawa dan Bali. 

Alasannya, kata Adita, karena pihaknya melihat bahwa masyarakat yang berada di luar Pulau Jawa dan Bali masih minim mengikuti program vaksinasi. 

"Vaksinasi mungkin di luar Pulau Jawa-Bali kita lihat angkanya masih kecil, jadi untuk saat ini vaksinasi memang lebih tinggi di Jawa-Bali. Sehingga syarat untuk transportasi udara dengan syarat sertifikat vaksinasi untuk pertama kali kita terapkan di Jawa dan Bali," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00