Rumah di Tumbang Rungan Terbakar, Diduga Disengaja

KBRN, Palangka Raya : Penyebab kebakaran di Desa Tumbang Rungan, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya yang terjadi hari Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 14.00 WIB masih diselidiki.

Namun berdasarkan informasi, dugaan sementara asal mula api dari rumah AH yang juga pemilik bangunan sarang burung walet. Rumah tersebut diduga sengaja dibakar oleh AH lantaran cekcok dengan istrinya. 

"Awal api dari rumah bapak AH, pelaku pembakaran (info ketua RT. 02, pelaku stres)," ungkap salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya via pesan Whatsapp.

Seperti diketahui, sebanyak 30 rumah, dua bangunan sarang burung walet milik masyarakat terbakar dan 39 Kepala Keluarga (KK) dengan 141 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Koordinasi, Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Sucipto menegaskan, kejadian kebakaran ini, hendaknyabisa membuat masyarakat lebih waspada, tidak hanya terhadap instalasi listrik saja tapi juga keberadaan orang terdekat.

"Janganlah lengah, jika ada sesuatu bisa diantisipasi secepatnya dengan warga yang lain karena hal-hal seperti ini akan merugikan orang banyak. Begitu juga harus mempersiapkan alat pemadam api yang kecil karena sumber air sangat tersedia. Harus ada keakraban warga untuk mempersiapkan semuanya agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Sucipto.

Sedangkan pelaku dugaan pembakaran rumah yang menyebabkan kebakaran hebat, berinisial AH, telah diamankan oleh pihak kepolisian. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT 02 Kelurahan Tumbang Rungan, Agustinus setelah kejadian kebakaran tersebut. Menurut Agustinus, salah seorang warganya ini memang sangat meresahkan, apalagi saat dalam kondisi mabuk, bisa merugikan masyarakat sekitar. 

"Dia ini membakar rumah. Lihat akibatnya semua orang kena imbasnya. Kalau sudah mabuk minuman, datang stresnya," ucap Agustinus kepada sejumlah awak media. 

Agustinus juga membenarkan data sementara warganya yang menjadi korban dalam kejadian ini sebanyak 39 Kepala Keluarga (KK) dengan 141 jiwa kehilangan tempat tinggal. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00