FOKUS: #VAKSIN COVID

Indonesia Terima 2.9 Juta Vaksin AstraZeneca

Kedatangan vaksin Covid-19 AstraZeneca tahap ke-202 (Foto: Amiriyandi/InfoPublik/Kominfo)

KBRN, Jakarta: Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 AstraZeneca sebanyak 2.968.000 dosis.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan, kedatangan tahap ke-202 vaksin ini merupakan hibah dari Pemerintah Jerman dan Swedia melalui jalur COVAX. 

"Kami atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan terima kasih sebesar-besar kepada pemerintah Jerman dan Swedia atas donasi vaksin ini," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Jakarta, Jumat (28/1/2022). 

Sebelumnya pemerintah Jerman juga telah beberapa kali memberikan donasi vaksin kepada Indonesia.

Seperti pada Rabu (22/12/2021) lalu berupa vaksin Moderna sebanyak 2.389.400 dosis dan pada Jumat (24/12/2021) berupa vaksin Moderna sejumlah 2.688.000 dosis.

Usman menegaskan, pandemi COVID-19 merupakan masalah global yang harus diatasi bersama oleh seluruh bangsa, termasuk dalam upaya vaksinasi.

Melalui COVAX atau COVID-19 Vaccines Global Access yang merupakan sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara untuk vaksin-vaksin COVID-19, diupayakan terjadinya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi bangsa-bangsa di dunia. 

Usman menyebut, karena efektifnya kerjasama bilateral yang Indonesia jalin dengan pihak luar sejak awal pandemi.

Sehingga Indonesia mendapat banyak bantuan/donasi vaksin gratis.

Seperti dari COVAX facility, dan dari negara-negara sahabat seperti Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Yunani, Uni Emirat Arab, Belanda, dan negara sahabat lainnya. 

"Kerja sama antar negara menjadi salah satu elemen penting untuk bersama mengatasi pandemi yang telah berlangsung sekitar dua tahun ini," ujarnya. 

Di Indonesia, lanjut Usman, upaya untuk meningkatkan dan mempercepat vaksinasi COVID-19 terus dilakukan.

Upaya ini jadi makin signifikan seiring meningkatnya lagi laju penularan, khususnya varian Omicron. 

Dia juga memastikan, vaksin yang datang ini akan secepatnya didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan stok vaksin untuk pelaksanaan program vaksinasi.

Hingga saat ini, lanjutnya, Indonesia telah melampaui target WHO untuk capaian vaksinasi.

Meski begitu, ada beberapa wilayah yang capaiannya masih perlu dioptimalkan. 

Menurutnya, pemerintah pusat mendorong daerah-daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah atau belum mencapai target, untuk melakukan upaya ekstra untuk meningkatkannya.

Termasuk di dalamnya adalah memberikan pemahaman dan ajakan kepada masyarakat yang masih enggan untuk divaksinasi. 

"Terutama bagi kelompok lansia yang masuk kategori rentan dan berisiko tinggi," katanya. 

Karenanya, Usman meminta masyarakat untuk segera divaksinasi, bagi yang belum.

Termasuk bagi yang sudah saatnya mendapatkan vaksin booster.

Hal itu untuk lebih memberikan perlindungan, baik kepada diri sendiri, juga orang di sekitar. 

"Meningkatnya Omicron, juga sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus dan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar