Wali Kota Surabaya Menjenguk Korban Kecelakaan Bus 

Kecelakaan bus Ardiansyah Nopol S 7322 UW di KM 712+400 jalur A Tol Sumo, Senin (16/5/2022) telah menewaskan 15 orang penumpangnya. (foto: Instagram Khofifah Indar Parawansa)

KBRN, Jakarta: Wali Kota Surabaya  Eri Cahyadi menjenguk warganya yang menjadi korban kecelakan bus pariwisata di jalan Tol Mojokerto-Surabaya Senin (16/5/2022). Ia mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi penumpang bus pariwisata yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Jawa Timur. 

“Rasanya tak ada yang tega menyampaikan kabar menyesakkan dada ini. Ada anak yang dirawat, belum tahu ayahnya sudah tiada. Ada istri yang dirawat, belum tahu suaminya telah berpulang. Ya Allah, berilah kekuatan kepada beliau-beliau semua,” kata Eri dalam unggahan di akun Instagramnya, Senin (16/5/2022).

Eri menyebut sebanyak 15 warga Surabaya meninggal dalam kecelakaan bus pariwisata di Tol Mojokerto-Surabaya. Sembilan belas lainnya luka-luka dan dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di Mojokerto dan Gresik.

Menurutnya, korban luka-luka kecelakaan bus pariwisata itu dirawat tersebar di sejumlah daerah. 

“Sore tadi saya meluncur ke Mojokerto. Ke beberapa rumah sakit untuk melihat langsung kondisi warga. Hingga malam ini. Dari Mojokerto, saya meluncur ke Gresik malam ini juga,” jelasnya.

Ia juga sempat menjenguk pasien anak-anak yang menjadi korban luka-luka kecelakaan bus pariwisata. 

“Ada adik Shaquila, usianya 5 tahun, terdapat luka di tangannya. Ada Ibu Lailiyatul, mengalami fraktur tangan kanan. Di ICU, ada yang gegar otak. Ada pula yang rusuk dan tangannya patah,” ungkapnya.

Wali Kota Surabaya  Eri Cahyadi menjenguk warganya yang menjadi korban kecelakan bus pariwisata di jalan Tol Mojokerto-Surabaya Senin (16/5/2022). (foto: tangkapan layar Instagram Eri Cahyadi)

Setelah menjenguk pasian korban luka-luka kecelakaan bus pariwisata, Eri memutuskan untuk membawa korban luka yang merupakan warganya untuk dirawat di Surabaya.

“Saya telah memutuskan. Pertama, bila secara medis memungkinkan, mohon izin membawa warga Surabaya yang dirawat di Mojokerto dan Gresik untuk dibawa ke rumah sakit di Surabaya. Ini demi memudahkan keluarga dalam menjenguk dan menemani. Tim dokter Surabaya terus berkoordinasi dengan tim dokter di Mojokerto dan Gresik,” terangnya.

Namun, lanjutnya, bila tidak memungkinkan untuk dibawa ke Surabaya karena pertimbangan medis (butuh perjalanan dan sebagainya), Pemkot Surabaya akan memfasilitasi semua kebutuhan keluarga di Surabaya untuk menjenguk/menunggui keluarganya di Mojokerto dan Gresik.

Sedangkan terkait biaya perawatan, Eri menjamin asuransi Jasa Raharja menanggung sampai batas tertentu. 

“Bila nantinya melebihi batas tersebut, Pemkot Surabaya akan membiayainya,” tandasnya.

Wali Kota Eri juga berjanji akan memberikan pendampingan psikologi kepada keluarga yang kerabatnya menjadi korban kecelakaan bus pariwisata tersebut. 

“Ini yang terasa sangat menyesakkan bagi saya dan tim Pemkot Surabaya, adalah melakukan pendampingan psikologi kepada keluarga, menyampaikan kabar duka secara tepat agar tidak malah memerosotkan kondisi fisik korban yang dirawat. Pendampingan psikis akan dilakukan agar tidak timbul trauma yang bisa mengganggu kehidupan warga tersebut ke depannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, dikabarkan, kecelakaan bus Ardiansyah Nopol S 7322 UW di KM 712+400 jalur A Tol Sumo, Senin (16/5/2022) telah menewaskan 15 orang penumpangnya. Para penumpang adalah rombongan warga daerah Benowo, Surabaya, yang hendak pulang dari berwisata di kawasan Dieng dan Yogyakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar