Pinjol Ilegal Jakarta, Polisi Amankan 99 Orang

Sebuah ruko di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, digerebek Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) terkait dugaan praktik pinjaman online ilegal (Pinjol Ilegal), Rabu (26/1/2022). Satu Ruko Paladium nomor 7G di kawasan Pulau Reklamasi Pantai Indah Kapuk, dijadikan kantor praktik pinjaman online yang tidak terdaftar OJK. (Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Jakarta: Sebuah ruko di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, digerebek Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) terkait dugaan praktik pinjaman online ilegal (Pinjol Ilegal), Rabu (26/1/2022). 

Satu Ruko Paladium nomor 7G di kawasan Pulau Reklamasi Pantai Indah Kapuk, dijadikan kantor praktik pinjaman online yang tidak terdaftar OJK. 

Dimana kantor Pinjol ilegal tiga lantai ini terdapat 14 aplikasi yang digunakan untuk kemudian ditawarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Penggerebekan langsung dihadiri Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan, bersama Wakil Direktur Kriminal Khusus (Wadir Krimsus) Polda Metro Jaya. 

"Hari ini tepat pukul 19.05 WIB. Tim dari Subdit Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah mengamankan kegiatan pinjol ilegal yang berada di PIK 2," kata Zulpan kepada wartawan dan RRI.co.id di lokasi, Rabu (26/1/2021). 

Dari penggerebekan tersebut, sebanyak 99 orang diamankan, yang terdiri dari seorang manajer dan 98 karyawan.

"Kami mengamakan satu orang manajer yang bertanggung jawab di sini. Dan 98 karyawan kemudian mereka ini semua mengoperasikan 14 aplikasi," ujar Zulpan. 

Zulpan menegaskan kegiatan tersebut dikatakan ilegal karena tidak mendapat izin dari OJK.

Dan menurutnya ini melanggar ketentuan hukum. 

"Kegiatan pinjol melanggar ketentuan hukum. Pertama UU ITE, Undang-undang Perlindungan Konsumen no 8 tahun 1999 khususnya pasal 62 dimana para pelaku pinjol bisa dipidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," jelas Zulpan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar