Polri: Tren Gangguan Kamtibmas-Laka Lantas Menurun

Ilustrasi Gedung Mabes Polri, Jakarta. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Mabes Polri menyatakan, secara umum tren gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengalami penurunan, termasuk kecelakaan lalu lintas. Sebab, menurut catatan Divisi Humas Polri, penurunan sebanyak 282 kejadian atau 25,27 peresen, pada Selasa (16/8/2022).

"Sebanyak 1.116 kejadian (16/8/2022), sedangkan hari Rabu, 17 Agustus 2022 sebanyak 834 kejadian, dengan rincian kejahatan sebanyak 814 kejadian," bunyi keterangan resmi Divisi Humas Polri dikutip, Kamis (18/8/2022).

Selain itu, pelanggaran tindak pidana ringan sembilan kejadian, bencana sebanyak empat kejadian. "Dan gangguan terhadap ketentraman/ketertiban sebanyak tujuh kejadian," katanya.

Kemudian, untuk tren kejahatan secara kuantitas mengalami penurunan sebanyak 270 kasus, atau 24,91 persen. "Pada Selasa, 16 Agutsus 2022 ada 1.084, sedangkan pada Rabu, 17 Agutsus 2022 ada 814 kasus," ujarnya.

Apabila dilihat dari data tren jenis kejahatan, yang menjadi catatan Kepolisian ada lima kasus kejahatan jumlah kejadiannya tertinggi, yaitu:

1. Pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 54 kasus;

2. Narkotika sebanyak 40 kasus;

3. Curanmor R2 sebanyak 22 kasus;

4. Pencurian dengan kekerasan (Curas) sebanyak 8 kasus; dan

5. Sengaja menimbulkan kabakaran/banjir (pembakaran) sebanyak 2 kasus.

Sedangkan terkait dengan data laka lantas, jumlah kecelakaan yang terjadi sebanyak 270 kejadian. "Dengan rincian korban meninggal dunia 33 orang, korban luka berat 26 korban, dan korban luka ringan 222 orang," bunyi keterangan Div Humas Polri. 

Adapun kerugian materiil sebesar Rp597.200.000. "Sedangkan untuk jumlah pelanggaran lalu lintas dengan penindakan E-Tilang sebanyak 2.545 kejadian," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar