Hari Terakhir Pencak Silat Indonesia Tiga Perak

Pesilat Indonesia Ronaldo Neno (merah), memberikan tendangan ke arah pesilat Vietnam Nguyen Duy Tuyen (biru), pada laga final kelas H 80-85 Kg Putra, cabang olahraga Pencak Silat SEA Games Hanoi, Vietnam, Senin (16/5/2022). (Danang SUndoro/RRI)

KBRN, Hanoi: Hari terakhir cabang olahraga Pencak Silat SEA Games ke-31 Vietnam, Indonesia mempersembahkan tiga medali perak di Bac Tu Liem Gymnasium, Hanoi, Senin (16/5/2022).

Partai terakhir, Indonesia yang masih memiliki pesilat Ronaldo Neno namun gagal menyabet medali emas setelah kalah dari atlet tuan rumah Nguyen Duy Tuyen pada final nomor tanding kelas H 80-85 Kg putra.

Kegagalan Ronaldo ini diikuti Muhamad Yachser Arafa dan M. Khoiruddin Mustakim yang juga kalah di partai final hari ini.

Perak pertama diraih pesilat Indonesia Khairudin Mustakim, yang telah tampil agresif dalam pertarungannya melawan Muhammad Khairi Adib Bin Ashar asal Malaysia di kelas B 50-60kg.

Mustakim sempat memimpin dengan skor 36-31 di babak kedua atas Khairi.

Sayang, jual-beli serangan tendangan dan pukulan Mustakim ke kubu lawan, justru merugikan dirinya sendiri saat skor menunjukkan 59-50 di babak ketiga. 

Sisa pertandingan kurang dari empat detik inipun dihentikan wasit dan para juri, karena Mustakim dianggap melayangkan tendangan ke arah wajah dan dinyatakan sebagai pelanggaran.

Akibatnya, nilai Mustakim dikurangi 10 poin menjadi hasil akhir 49-50 untuk kemenangan Muhammad Khairi Adib, sekaligus dinyatakan sebagai pemenang medali emas.

"Untuk catatan saya, itu adalah keputusan wasit dan saya harus menerima apa adanya. Ke depannya agar saya lebih sadar lagi, kalau kita sudah unggul poin, harus lebih tenang dalam permainan," ujar Mustakim kepada RRI.co.id usai pertandingan, Senin.

Hasil perak Indonesia dari arena pencak silat lainnya datang dari Muhamad Yachser Arafa yang harus menerima kekalahan pahit melawan pesilat Singapura Muhammad Hazim Bin Mohamad Yusli, di kelas C 55-65 kg.

Jalannya pertandingan hampir serupa dengan final sebelumnnya, pesilat Indonesia Muhammad Yachser Arafa yang sempat memimpin hingga babak ketiga 31-21, harus terhenti saat tendangannya dinilai mengenai kepala lawan, Mohamad Yusli.

Wasit dan juri akhirnya sepakat menghentikan pertandingan dan mempersilakan tim medis masuk ke arena untuk memeriksa pesilat Singapura tersebut.

Saat waktu menunjukkan kurang dari 28 detik, wasit dan juri kompak memberhentikan pertandingan dengan memberikan pengurangan angka bagi Indonesia 10 poin menjadi 21-21 dan mendiskualifikasi pesilat Indonesia, Muhamad Yachser Arafa.

Hasil ini membuat atlet silat Singapura meraih medali emas.

"Saya mohon maaf dengan hasil ini. Tetapi kita dan atlet tidak puas dengan hasil tersebut. Ini menjdi bahan evaluasi kami menuju laga berikutnya," kata pelatih Indro Catur di Bac Tu Liem Gymnasium, Hanoi, Vietnam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar