Pengusaha Tambang Diharapkan Bantu Pencegahan Stunting di Kalteng

KBRN, Palangka Raya: Ratusan perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kalimantan Tengah diminta turut berkontribusi menekan angka stunting di Kalteng. 

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, mengatakan angka stunting di Kalteng cukup tinggi. Bahkan angka stunting Kalimantan Tengah menempati peringkat lima secara nasional.

“Kita berharap dukungan dari CSR untuk intervensi penanganan stunting ini,” ujarnya usai acara peluncuran cetak  biru PPM pada Rabu (3/7/2019). 

Menurut Sekda Kalteng, penyusunan program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) dapat dilibatkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) desa. Sehingga program penanganan stunting dengan menggunakan dana APBD provinsi dan kabupaten/kota, Anggaran Dana Desa, serta CSR tidak tumpang tindih. 

Fahrizal Fitri menambahkan sejumlah kabupaten memiliki angka stunting yang tinggi seperti Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur serta Gunung Mas.  Perusahaan-perusahaan bidang pertambangan juga banyak yang beroperasi di  daerah-daerah tersebut. 

Sekda Kalteng mengatakan para pihak harus bersepakat untuk bersama melakukan tindakan agar jangan sampai angka stunting di Kalteng semakin meningkat. Stunting akan menghambat tumbuh kembang generasi penerus Kalteng baik secara fisik maupun kecerdasan intelektual. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00