Demo Tolak RKUHP, Massa Bikin Kuburan di DPRD Jateng

Demo di depan DPRD

KBRN, Semarang : Unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) digelar di Kota Semarang tepatnya di depan gerbang kantor DPRD Jawa Tengah. Massa beraksi dengan membuat kuburan yang ditutup dengan patung hitam.

Aksi dilakukan mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Massa dari Koalisi Rakyat Jawa Tengah Kawal RKUHP tiba dan langsung melakukan orasi. Pagar kawat berduri sudah terpasang di depan gerbang, kemudian beberapa pengunjuk rasa masuk ke balik pagar berduri lewat samping.

Massa yang melewati pagar itu kemudian membuat properti layaknya kuburan lengkap dengan bunga dan payung hitam. Ada nisan juga dengan tulisan "Dewan Perwakilan Rakyat, lahir 29 Agustus 1945, Tidak Pernah Mendengar Aspirasinya Rakyat".

"Walau memang beraksi di DPRD Jawa Tengah, tapi anggota DPRD kan kader partai memiliki kader di DPR dan kementerian. Dan daripada kuburan tersebut kita simbolkan sebuah makna matinya demokrasi dan juga matinya anggota anggota DPR ini yang memang mati karena tidak mau dengarkan rakyat. Terbukti dengan pembahasan RKUHP yang tertutup," kata juru bicara aksi, Bima Ginting dari Undip, di lokasi aksi, Jumat (24/6/2022).

Ada empat tuntutan yang disebutkan dalam aksi tersebut yaitu:

1. Draf terbaru dari Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana harus dibuka ke publik dengan tempo waktu yang sesingkat-singkatnya.

2. Oleh karena publik yang belum menerima draf terbaru RKUHP yang kemudian berimplikasi kepada belum yakinnya masyarakat tentang muatan apa saja yang terkandung dalam draf RKUHP yang dibahas oleh pemerintah dan DPR, kami menuntut untuk ditundanya terlebih dahulu waktu pengesahan RKUHP sampai draf tersebut sudah dibuka ke publik dan publik sudah memiliki waktu untuk membaca dan menganalisis.

3. Dilibatkannya berbagai elemen masyarakat sebagai sebuah langkah perwujudan asas keterbukaan dan partisipatif dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

4. Hapus atau perbaiki pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP.

Bima menjelaskan, perjuangan sejak beberapa tahun lalu soal RKUHP seolah dikebiri dengan tiba-tiba pembahasan dipercepat tanpa adanya draft baru yang dipublikasi. Sehingga pasal-pasal janggal masih ada.

"Banyak gelombang penolakan karena beberapa pasal janggal dan bermasalah. Kenapa hari ini pemerintah dan wamenkumham mengatakan pembahasan akan dipercepat. Dari dulu draft masih sama. Sampai hari ini belum ada draft baru yang mewakilkan kami yang akan disahkan Juli nanti yang berpihakannya tidak ke publik," jelasnya.

Disebutnya ada beberapa pasal janggal. Ia mencontohkan soal penghinaan terhadap pemerintah (Pasal 240 RKUHP), penghinaan terhadap kekuasaan umum dan lembaga negara (Pasal 353 dan 354 RKUHP), penyelenggaraan unjuk rasa dan demonstrasi tanpa izin (Pasal 273 RKUHP).

"Pasal penghinaan presiden, jadi delik hukum sendiri, pasal sendiri, ini membuat kerancuan," ujarnya.

Hingga pukul 17.00 WIB aksi masih berlanjut dengan orasi. Lalu lintas yang tadinya tidak dilakukan rekayasa akhirnya dialihkan. Contra flow di Jalan Pahlawan diberlakukan di lajur timur yang dijadikan dua arah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar