Kasus DBD di Semarang Turun Tiap Bulannya

Ilustrasi Nyamuk

KBRN, Semarang : Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Semarang mengalami penurunan. Jumlah masyarakat yang terpapar virus atau bakteri nyamuk Aedes Aegypti semakin berkurang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Mochamad Abdul Hakam mengatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Semarang terus mengalami tren penurunan setiap bulannya. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, penurunan jumlah kasus tersebut mulai terjadi pada Mei hingga Agustus. Kendati demikian, kasus DBD ini diperkirakan bakal kembali meningkat di bulan-bulan berikutnya.

"Untuk kasusnya ini trennya sudah mulai menurun terus. Akan tetapi nanti pada bulan Oktober, November dan Desember bakal naik kembali,” kata Hakam kepada RRI, Sabtu (13/8/2022).

Hakam menambahkan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang juga terus berupaya menekan kasus demam berdarah, salah satunya dengan menerapkan cara baru melalui metode Wolbachia.

"Ini ada strategi baru yang namanya Wolbachia. Wolbachia adalah bakteri yang nantinya akan dimasukkan ke nyamuk Aedes Aegypti. Kalau ada nyamuk Aedes Aegypti yang berwolbachia ada kumannya tadi, maka dia akan menjadi mandul, atau tidak bisa menetas,” terangnya.

Menurut dia, nyamuk yang telah berwolbachia tidak akan bisa membawa virus dengue atau  penyebab terjadinya demam berdarah. Ada lima daerah yang terpilih menjadi pilot project dalam penerapan metode Wolbachia dari Kementeriaan Kesehatan, diantara Kupang, Bontang, Jakarta Barat, Bandung dan Kota Semarang.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat penerapan wolbachia ini dalam penanganan kasus demam berdarah dengue segera bisa dilakukan. Ini nantinya akan ditaruh di daerah-daerah yang kasus dbd nya tinggi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar