BPJS Kesehatan Berikan Kemudahan Pembayaran Bagi Penunggak Iuran

KBRN, Ungaran : BPJS Kesehatan menawarkan beberapa terobosan kemudahan pembayaran tunggakan iuran melalui program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) bagi peserta JKN-KIS segmen Mandiri yang menunggak iuran.

Sementara itu untuk meningkatkan program promotive preventif bagi seluruh peserta JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif dan program loyalitas peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Ungaran bekerjasama dengan Laboratorium CITO, Prodia, Pramita dan Sarana Medika memberikan diskon pelayanan kesehatan sebesar 10% bagi peserta JKM-KIS berstatus aktif sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Selain itu untuk berobat di Faskes, penggunaan NIK sebagai identitas tunggal peserta JKN atau KIS digital melalui Mobile KKN bisa dilakukan sehingga tidak diperlukan lagi Kartu JKN secara fisik.

Melalui program REHAB peserta yang memiliki tunggakkan iuran antara 4-24 bulan diberi keringanan untuk dapat melakukan pembayaran iuran secara pertahsp maksimal 12 kali pembayaran.

Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN dengan pilih pembayaran.

Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN dengan pilih menu REHAB. Setelah itu akan muncul informasi mengenai Program REHAB, mulai dari total tunggakan serta syarat dan ketentuan program REHAB. Kemudian akan ditampilkan simulasi tagihan yang dapat dipilih oleh peserta JKN-KIS.

"Syarat dan ketentuan bagi peserta yang ingin mengikuti program REHAB ini cukup mudah, hanya mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN atau care center 165," ucap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Abdul Azis kepada wartawan di acara Media Gathering di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Jumat (24/6).

"Sebegitu mudah dan sederhananya proses pengajuan REHAB ini, bahkan peserta dapat mulai melakukan pembayaran cicilan setelah melakukan pendaftaran. Pembayaran cicilan tersebut dapat dilakukan melalui kanal pembayaran yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," jelasnya.

Selain program REHAB untuk peserta yang menunggak iuran, BPJS Kesehatan juga terus mendorong seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah Ungaran untuk mengoptimalkan pelayanan promotif dan preventif bagi peserta JKN-KIS.

Salah satunya dengan menggalakkan program skrining riwayat kesehatan untuk mengetahui risiko dari kondisi kesehatan peserta yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, CHIKA, Website BPJS Kesehatan dan aplikasi Pcare FKTP.

"Program skrining riwayat kesehatan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh Peserta JKN-KIS yang berusia lebih dari 15 tahun dan dapat dilakukan 1 kali dalam 1 tahun," ujarnya.

"Semakin dini peserta JKN-KIS mengetahui kondisi kesehatannya, mereka semakin cepat upaya pengolaan risiko sebingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun," tambahnya.

Efek jangka panjang yang diharapkan adalah menurunnya pembiayaan penyakit-penyakit tersebut, sehingga program JKN-KIS dapat terus memberikan manfaat kepada peserta lain yang membutuhkan.

Azis juga menjelaskan, bahwa Jumlah pengaju program REHAB di wilayahnya  sampai dengan 22 Juni 2022 mencapai 1663 pengaju dengan peserta yang telah kembali akfif sebanyak 318 (19.12%).

Sedangkan untuk evaluasi capaian skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Ungaran sampai dengan 20 Juni 2022, menunjukkan hasil 69.624 peserta telah melakukan skrining riwayat kesehatan. 

"Dari jumlaj tersebut terdapat 2.4% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit Diabetes Militus, 13.1% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit Hipertensi, 1,9% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit ginjal dan 5,2% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit jantung, pungkasnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar