Baru Terpasang 5 Bulan, Aki Sensor Seismik Gunung Sumbing Raib

KBRN, Magelang : Salah satu  dari dua alat perekam pergerakan lempengan bumi (gempa)  Gunung Sumbing  yang terpasang di pendakian Gunung Sumbing, tepatnya di Stasiun Cedokan, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung bisa bisa berfungsi. Karena, aki ( sumber tenaga) alat pemantau tersebut dicuri orang.

“Hilangnya aki di peralatan sensor seismik Stasiun Cedokan tersebut,diketahui sejak Jumat (14/1),”kata Yuli Rahmatullah, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Senin 9 17/1/2022).

Yuli mengatakan, sebelumnya, pada Rabu (12/1/2022),  sekitar pukul 17.13 WIB,  alat sensor seismik di  Stasiun Seismik Cedokan (CDKN) tidak  bisa mengirimkan dan merekam pergerakan lempengan bumi ke pos pengamatan.

Setelah mengetahui, sensor tersebut tidak beroperasi, lalu dilakukan pengecekan di lokasi stasiun seismik tersebut, pada 14 Januari 2022 pukul 07.15 WIB.

 Saat petugas sampai di lokasi tang merupakan jalur pendakian ke Gunung Sindoro melalui jalur timur tersebjut, menemukan  tanda-tanda perusakan di peralatan tersebut. Yakni,  kotak aki (baterai) yang ditanam di dalam tanah, telah dibuka paksa oleh orang yang tidak dikenal.

“Di dalam kotak tersebut, tidak ditemukan aki  yang digunakan sebagai catu daya sensor seismic Stasiun Cedokan. Selain itu,  kabel yang seharusnya terpasang pada aki juga sudah dipotong menggunakan senjata tajam,” katanya.

Ia menambahkan, alat pemantau kegempaan Gunung Sumbing tersebut, dipasang di lokasi tersebut baru sekitar lima bulan lalu, tepatnya pada  30 Agustus 2021 lalu. Akibat dari hilangnya aki sumber daya tersebut, pemantauan kegempaan Gunung Sumbing sedikit mengalami kendala, yakni menjadi kurang maksimal.

Menurutnya, saat ini  masih ada satu lagi stasiun seismik yang masih terpasang, tetapi dengan hilangnya aki sumber daya listrik sensor seismi Stasiun Cedokan tersebut, pemantauan kegempaan Gunung Sumbing menjadi kurang maksimal.

“Sebenarnya masih ada satu stasiun seismik yang terpasang, tetapi setelah aki sumber listrik sensor di Stasiun Cedoka, pengamatan kegempaan Gunung Sumbing kurang maksimal,” katanya.

Yuli menambahkan, hingga saat ini aktivitas kegempaan yang terjadi di gunung yang berada di perbatasan wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo  tersebut  masih normal dan tidak ada peningkatan. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar