Museum Kota Lama Miliki Konsep Teknologi Dan Standar

Komisi D DPRD Kota Semarang Melakukan Tinjauan Museum Kota Lama

KBRN, Semarang : Museum Kota Lama Semarang yang berada di Kawasan Bundaran Bubakan diprediksi akan menjadi destinasi baru di ibukota Jawa Tengah. 

Meskipun museum tersebut belum dibuka untuk umum, namun sudah ada beberapa benda bersejarah dan konten imersif yang ditampilkan. 

Tim Kuratorial Museum Kota Lama, Albertus Kriswandono menjelaskan, saat masuk ke museum, pengunjung akan disambut dengan sebuah perahu yang dipadukan dengan teknologi dimana seolah-olah berada di pesisir pantai. Perahu dan suasana pantai yang ditampilkan secara imersif tersebut menandakan bahwa masuk Semarang melalui jalur air pada kala itu.  

"Tadi terlihat bagaimana kiri kanan pada masa itu masih hitam, belum ada apa-apa sampai  pertumbuhan suatu kota. Dua sisi itu digarap secara imersif," ungkapnya, Selasa (18/1/2022). 

Konsep museum memang dibagi dua yakni berteknologi dan standar. Hal yang tak bisa dipungkiri, menurutnya, ini menjadi museum yang memiliki tinggalan insitu. Temuan insitu tersebut adalah sebuah instalasi depo loko pertama di India Belanda pada 1882. 

"Bendanya ada disitu, tidak bisa diambil. Ini kenapa pemkot menganggap temuan itu penting. Jadi itu dibungkus. Membungkus punya alasan yang kuat bahwa proses pertumbuhan Kota Semarang ada bukti. Buktinya ada di konten itu," katanya 

Kemudian, ada juga sebuah loko atau trem yang dipadukan dengan teknologi imersif. Pengunjung bisa naik loko tersebut. Seolah-olah pengunnung berjalan-jalan melihat suasana masa lampau dari loko itu. 

Menurut Albertus, berwisata di kawasan Kota Lama memang berbeda. Pengelolaannya membutuhkan leadership yang kuat. 

"Jadi, memang wisatanya beda. Jangan berharap dapar bwrwisata seperti tempat wisata umum karena kota lama terbatas. Tempat parkir terbatas memang begitu. Perlu diedukasi mulai masuk parkir di museum kemudian jalan kaki menelusuri Kota Lama. Itu butuh leaserahip yang kuat untuk pengelolaannya," paparnya 

Albertus menjelaskan, Museum Kota Lama juga menampilkan timeline atau linimasa. Linimasa tersebut menggambarkan cerita Kota Semarang dari masa klasik, lahirnya Kota Semarang dan seterusnya hingga masa kini. Sehingga bisa menjadi mata pelajaran sejarah bagi anak-anak Semarang. 

Selain itu, juga ada benda-benda bersejarah yang menandakan cerita Kota Lama Semarang, misalnya botol air mineral, kotak penyimpanan uang, wadah tinta dan pena, dan masih banyak lagi. 

"Konsep yang ditonjolkan sebenarnya sama seperti muaeum lainnya, tapi kalau memahami, ya museum hanya pintu. Museumnya di Kota Lama, semua terisi disini. Misalkan, buku tabungan. Bangunannya masih ada, spesifiknya bank tabungan. Kalau tidak dimaknai cukup detail dan terisi, seolah-olah tidak ternilai," katanya 

Komisi D DPRD Kota Semarang Berkeliling Di Dalam Museum Kota Lama

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswigati mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang dengan adanya Museum Imersif Kota Lama yang memang baru pertama kali ada di Kota Lumpia ini.  

Asti sapaan akrabnya menyebut isi museum sudah bagus dan hanya tinggal dirapikan lagi serta menunggu perijinan untuk kemudian bisa dibuka untuk umum. 

Selain itu, Ia menuturkan untuk tempat parkir pengunjung juga nantinya bisa parkir di kantong parkir yang telah disediakan di kawasan Kota Lama. Selain itu pengunjung juga bisa menggunakan angkutan umum yang justru tidak membutuhkan lahan parkir. 

"Kalau menurut kami yang masih kurang itu parkirnya, karena kalau kita lihat, kawasan jurnatan dan bubakan ini tanpa ada museum saja sudah penuh kalau siang hari, tapi dari Disbudpar sudah berkoordinasi dengan Bank Jateng jadi rencana lahan parkir ada di Bank Jateng," ucapnya 

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan perlu adanya konten berisi tradisi yang menggambarkan Kota Semarang. 

"Ini kan museum, sehingga sentuhan tradisinya harus kuat, mungkin tadi kontennya sudah cukup tapi tinggal membuat konteks kalau ini museum, karena kalau tidak pintar membuat konteksnya nanti kesannya kayak lihat tv atau hp saja," ungkapnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar