Pengisian Prades di Blora Diduga Penuh Kecurangan

KBRN, Blora : Pengisian Perangkat Desa (Prades) yang tengah berlangsung di Kabupaten Blora diduga penuh dengan kecurangan. Situasi inipun membuat sejumlah elemen masyarakat turun ke jalan untuk menolak pelaksaan prades. 

Salah satu aktivis peduli Blora Lilik Yuliantoro pun menyuarakan kegelisahannya, dengan menggelar aksi tunggal dengan berjalan kaki mundur, Selasa (25/1/2022). Aksi dimulai dari Alun-alun Blora menuju kantor Bupati Blora, selanjutnya ia kembali berjalan kaki mundur ke kantor dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), kantor inspektorat, DPRD Blora hingga kantor Kejaksaan Negeri Blora. 

Dalam aksi kali ini, ia membawa lima petisi. Yakni, membatalkan hasil test CAT karena banyak kecurangan untuk katrol nilai, meminta Polda Jateng melakukan audit forensik sistem Komputer dan Aplikasi yang digunakan Test seleksi Perades Blora, Verifikasi ulang SK Pengabdian dan Surat domisili yang diterima Panitia.

Selain itu juga membatalkan hasil Test Uji Komputer serta Meminta Presiden, Gubernur, dan KPK, menghentikan Kegiatan Perades Blora yang syarat kecurangan dan permainan uang.Kepada wartawan Lilik mengaku aksi yang ia lakukan merupakan spontanitas tanpa ada yang menunggangi. Ia mengaku prihatin dengan banyaknya kecurangan saat pelaksanaan tes pengsian prades. 

"Ini spontanitas tanpa ada yang suruh. Saya sebagai warga Blora merasa malu dan prihatin dengan banyaknya informasi praktik jual beli Jabatan dalam Pengisian prades kali ini," jelasnya. 

Lilik sendiri sejak awal mendukung digelarnya pelaksanaan pengisian Prades yang jujur dan transparan. Namun seiring berjalannya waktu, iapun meminta pembatalan pelaksanaan Prades yang dinilai banyak kecurangan. 

"Sejak awal saya dukung pengisian Prades yang jurdil tanpa ada rekayasa. Tapi fakta di lapangan banyak terjadi dugaan jual beli Jabatan, money politik, harus diusut dan ditindak tegas," tandasnya. (Ramananda). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar