2.073 Pegawai KAI Daop 4 Semarang Vaksin Dosis Ketiga

KBRN, Semarang : Sebanyak 2.073 pegawai PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang menerima vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. Jenis vaksin dosis ketiga yang digunakan yakni Astrazeneca. 

Kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan secara bertahap selama 13 hari yang dimulai dari 18 Januari sampai dengan 4 Februari 2022 di Klinik KAI yang berada di Tegal, Pekalongan, Semarang dan Cepu. Pelaksanaan vaksinasi ini melibatkan 26 tenaga vaksinator dari Klinik Mediska Daop 4 Semarang yang terdiri dari 8 dokter perusahaan dan 18 tenaga kesehatan lainnya. 

Manager Humasda KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro menyampaikan vaksinasi booster diberikan kepada para pegawai KAI Daop 4 Semarang yang telah memiliki e-tiket vaksin booster. Di mana, persyaratan untuk mendapatkan vaksinasi dosis ketiga, minimal sudah menerima vaksin dosis kedua dan sudah enam bulan sebelumnya. 

“Guna mewujudkan transportasi kereta api yang bebas dari penyebaran Covid-19, sekaligus mendukung program pemerintah, telah dilaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga. Jenis Vaksin yang diberikan AstraZeneca kepada 2.073 pegawai KAI Daop 4 Semarang yang meliputi petugas frontliner (masinis, kondektur, polsuska, kebersihan, ticketing), petugas perawatan dan petugas administrasi kantor,” ujar Krisbiyantoro, Jumat (28/1/2022).

Pihaknya berharap dengan diberikan vaksin dosis ketiga, bisa memberikan semangat kepada para pegawai KAI untuk terus melayani masyarakat secara baik di tengah Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung. 

“KAI akan terus konsisten menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui transportasi kereta api,” tutupnya. 

Terhitung mulai 3 Januari 2022, persyaratan naik kereta api menggunakan aturan sesuai dalam SE Kemenhub Nomor 97 Tahun 2021, dengan syarat sebagai berikut: 

1.KA Jarak Jauh:

a.Vaksin minimal dosis pertama. Jika belum dapat divaksin karena alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin.

b.Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1x24 jam.

c.Khusus pelanggan berusia di bawah 12 tahun, tidak wajib vaksin, namun harus menunjukkan negatif Rapid Test Antigen 1x24 jam dan didampingi orang tua. 

2.KA Lokal

a.Vaksin minimal dosis pertama. Jika belum dapat divaksin karena alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin.

b.Khusus pelanggan berusia di bawah 12 tahun, tidak wajib vaksin namun harus  didampingi orang tua.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar