Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang Gelar Pelatihan Urban Farming

KBRN, Magelang : Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang menggelar pelatihan urban farming (pertanian perkotaaan). Pelatihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa (17/5/2022) hingga Kamis (19/5/2022).

“Pelatihan ini dilaksanakan sejak Selasa (17/5/2022) kemarin dan berakhir Kamis (19/5/2022), dengan materi berbeda-beda,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang Agung Widhiantoro, Kamis (19/5/2022).

Agung mengatakan, untuk materi pelatihan pertama tentang budidaya tanaman anggur, kemudian tentang budidaya tanaman hidroponik dan terakhir tentang budidaya tananam buah dalam pot.

Menurutnya, pelatihan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan keterampilan dan jejaring usahanya  untuk mencetak wira usaha baru.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan usulan dari masyarakat di tiga kelurahan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kota Magelang

“Yang mengusulkan adanya kegiatan  pelatihan pertanian perkotaan yakni dari Kelurahan Wates, Jurangombo Selatan dan Kramat Utara,komodir di APBD tahun anggaran 2022,” katanya.

Agung mengatakan, atas usulan tersebut pihaknya mengakomodir dalam APBD tahun anggaran 2022 dan sudah masuk dalam dokumen pelaksanaan anggaran ( DPA) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang tahun 2022.

Ia berharap, para peserta dapat mengembangkan diri menjadi wirausaha baru, khususnya mendukung program Pemkot Magelang yakni, Magelang Keren (Kelurahan Entrepeneur Centre).

Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Azis mengapresiasi kegiatan yang dinisisasi Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang. Dan diharapkan,  setelah mengiktui pelatihan tersebut para peserta ini bisa menjadi wirausaha baru yang memiliki penghasilan tambahan.

Pada kesempatan itu,  Aziz juga  mengajak para peserta untuk belajar dan memanfaatkan teknologi informatika yang ada, yakni layanan internet gratis yang diberikan Pemkot Magelang marketing untuk memperluas pasar.

"Kita ada program balai belajar, coba dimanfaatkan untuk belajar digital marketing. Penjenengan perlu belajar bagaimana menjual produk secara online. Kemudian manfaatkan pula pelatihan-pelatihan yang diadakan pemkot dengan baik," ujarnya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar