Usut Tuntas Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Umum

KBRN, Semarang : Kecelakaan lalu lintas yang melobatkan angkutan umum, baik penumpang dan barang, sebaiknya harus dilakukan penyelidikan untuk memberikan efek jera. Penyelidikan dilakukan kepada siapapun yang terkait dengan kegiatan perjalanan. 

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno  mengatakan, upaya pengusutan tuntas itu penting agar pengusaha pun tidak mudah main investasi, tanpa memikirkan risiko-risiko yang akan dihadapinya.

"Karena kalau tidak ada izin atau mati KPS-nya, Ditjenhubdat Kemenhub tidak bisa berbuat apa-apa. Termasuk jika ada kesalahan di pengemudi juga harus ditindak lanjut," ungkapnya. 

Menurut Djoko, saat ini, sekitar 60 persen, terutama di daerah luar Jawa, banyak sekali operasi bus wisata dengan nomor kendaraaan luar daerahnya (seperti dari Pulau Jawa). 

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ditjenhubdat di daerah sudah melakukan upaya mendorong para pengusaha tersebut untuk mengurus izin ke Ditjenhubdat, namun banyak pengusaha otobus (PO) tersebut  tidak mau melakukannya dengan berbagai alasan. 

Intinya, karena mereka sudah dapat operasi di jalan dan tidak ada yang ganggu, jadi buat apa susah-susah balik nama terus buat izin.

"Setiap kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum hanya  berhenti menjadikan tersangka pengemudi. Pengemudi menjadi tumbal pengusaha yang tamak," jelas Djoko yang juga akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang.

Oleh sebab itu, tidak akan menurun angka kecelakaan angkutan umum, jika tidak dilakukan pengusutan yang tuntas.

Menurut dia, asyarakat yang menjadi korban kecelakaan juga jelas dirugikan.

Selama ini penyebab kecelakaan tersebut selalu hampir sama, yakni kelelahan mengemudi.

Kelelahan mengemudi dapat disebabkan manajemen perusahaan angkutan umum yang tidak mau menerapkan sistem manajemen keselamatan (SMK).

Perusahaan angkutan umum yang sudah menerapkan SMK dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar