Songsong Satu Data Indonesia, BPS Jateng Sosialisasikan Indeks Pembangunan Statistik

sosialisasi indeks pembangunan statistik

KBRN, Semarang : Menyongsong kebijakan Satu Data Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah melakukan sosialisasi Indeks Pembangunan Statistik dan Penyelenggaraan Kegiatan Statistik Sektoral di Ruang Rapat Fiber Optic Diskominfo Jateng, Kamis (30/6/2022). Agenda itu diikuti oleh OPD terkait sebagai produsen data.

Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana mengatakan Indeks Pembangunan Statistik serupa dengan indeks Reformasi Birokrasi dan Indeks Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Melalui metode itu diharapkan data yang diperoleh lebih akurat serta mutakhir.

“Jadi Indeks Pembangunan Statistik ada penilaian yang terukur, supaya satu data Indonesia segera tercapai. Dengan ini akan ada indicator, apakah Jateng lebih baik dari provinsi lain, atau perlu pembinaan lanjutan,” ujar Adhi, seusai membuka acara.

Ia menyebutkan, keikutsertaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kontribusi penyajian data di Jawa Tengah sudah membaik. Hal itu tampak pada laporan Jateng dalam Angka, yang tadinya ada 32 lembaga, OPD dan instansi vertikal, kini sudah 88 instansi yang ikut serta.

Adhi optimistis, untuk mencapai Satu Data Jawa Tengah dibutuhkan kurun dua sampai tiga tahun ke depan. Catatannya, harus ada koordinasi yang baik antara BPS sebagai Pembina Data, Bappeda Jateng sebagai Koordinator Data, dan Diskominfo Jateng sebagai Wali Data.

Ia mengatakan, Pemprov Jateng telah memiliki Pergub 6/2022 tentang Satu Data Jateng. Hal itu selaras dengan Perpres 39/2019 yang mengatur tentang Satu Data Indonesia.

“Progress sudah cukup baik. Walaupun kita masih berharap agar tidak semata data yang masuk pun juga berkualitas,” urainya.

Sementara itu, Plt Asisten Administrasi Sekda Jateng Slamet mendorong semua OPD terkait, dalam menyukseskan upaya Jateng mencapai Satu Data. Ia mengatakan, hasil dari statistik bukan hanya angka tapi juga rekomendasi, bagi pembangunan daerah.

“Alangkah senangnya Pemprov Jateng bila ada semacam penekanan pada segmen dan rekomendasinya lebih tajam. Misal data tersaji tentang kemiskinan turun, itu karena program apa, seandainya naik apa yang harus kita lakukan. Syukur-syukur bisa dibandingkan dengan provinsi lain yang mencapai akselerasi,” paparnya.

Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum berharap, antar-OPD di Jateng bisa menyajikan data secara tepat waktu.

“Menuju satu data perlu waktu, tapi kita tidak patah semangat,” pungkas Riena. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar