Harga Bawang Merah di Demak Belum Stabil

KBRN, Demak : Memasuki masa panen raya harga jual bawang merah dari petani di Demak, Jawa Tengah anjlok di kisaran Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram.

Kepala Desa Kunir, Dempet Muhammad Romli mengatakan, fluktuasi harga membuat petani resah lantaran mempengaruhi harga jual bawang ditambah di desanya kini hasil panen melimpah.

“Masih turun naik harganya, maksimal di angka Rp 10 ribu. Itupun untuk kualitas super,” kata Romli kepada RRI.co.id, Senin (22/11/2021).

Permasalahan harga jual bawang membuat dia tak segan untuk mencurahkan seluruh waktunya bagi warganya.

Menurutnya, kondisi tersebut memaksanya menjual bawang ke beberapa relasi demi mencari solusi.

“Karena bingung hasil panen banyak mau di lempar kemana. Kemarin sempat tak ecer ke beberapa teman dengan di bungkus 2 kiloan supaya petani tidak merugi,” tambahnya.

Sementara, prihatin melihat gejolak harga bawang di tengah masa panen raya mendorong Bupati Demak Eisti’anah menggerakan seluruh ASN untuk serempak memborong bawang dari petani.

Sedikitnya, 3 ton bawang merah dari Petani dibeli Bupati Demak bersama para ASN. 

“Para ASN kita wajibkan membeli 2 kilogram, dengan harga Rp 15 ribu per kilogram jauh diatas harga pasaran,” ungkap Eisti.

Eisti mengatakan, gerakan membeli bawang merah merupakan wujud hadirnya Pemerintah dalam situasi genting yang di hadapi masyarakat.

“Kedepannya masih dilakukan pendataan lagi berlanjut hingga 6 ton, sementara masih mencarikan solusi,” pungkasnya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar