Penyerapan DBHCHT Kudus 2021 Tergolong Rendah

KBRN, Kudus : Penyerapan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Kudus, selama tahun 2021 tergolong rendah, karena hanya mencapai Rp118,88 miliar atau 53 persen dari total anggaran Rp 225,3 miliar.

"Data penyerapan DBHCHT selama tahun 2021 tersebut masih data sementara karena belum direkonsiliasi oleh Pemerintah Provinsi Jateng dan pusat," kata Koordinator DBHCHT Kabupaten Kudus Dwi Agung Hartono, Minggu (16/1/2022).

Karena nantinya, kata dia, data tersebut juga akan dievaluasi dan diverifikasi oleh pemerintah provinsi dan pusat serta belum diaudit oleh BPK.

Ia mencatat dari sejumlah program kegiatan yang menggunakan anggaran dari DBHCHT memang ada yang realisasinya cukup rendah dan ada yang tinggi.

Misal, program sosialisasi ketentuan di bidang cukai dengan pagu anggaran sebesar Rp. 8,4 miliar, hingga akhir tahun capaiannya mencapai Rp 8 miliar atau 95 persen.

Kondisi berbeda terjadi pada program kegiatan pembinaan industri dengan pagu anggaran Rp47,68 miliar, hingga akhir tahun 2021 penyerapannya hanya Rp 1,1 miliar atau 2 persen.

Adapun program kegiatan selama tahun 2021 dari anggaran dana cukai sebesar Rp. 225,3 miliar, meliputi bidang kesejahteraan masyarakat dengan alokasi anggaran Rp 50,93 miliar atau 22,61 persen dari DBHCHT, bidang penegakan hukum sebesar 25 persen atau Rp 56,3 miliar, dan bidang kesehatan mendapatkan alokasi 52,39 persen atau Rp 118,04 miliar.

Dari ketiga bidang program kegiatan tersebut, penyerapan anggaran tertinggi dari Bidang Kesehatan dengan pagu anggaran sebesar Rp 118,04 miliar terserap hingga Rp. 82,12 miliar atau 70 persen.

Sementara program kegiatan bidang kesejahteraan masyarakat realisasinya sebesar Rp 27,46 miliar atau 54 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 50,93 miliar, sedangkan bidang penegakan hukum yang paling rendah karena hanya terserap sebesar Rp 9,29 miliar atau 16 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 56,3 miliar. (RK)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar