Tingkat Inflasi Bulan Juni di Kudus 4,2 Persen

KBRN, Kudus : Inflasi di Kudus pada bulan Juni lalu sebesar 0,66%, dengan pemicu inflasi terbesar disebabkan oleh sejumlah kelompok pengeluaran. Menurut Kepala Kantor BPS Kudus, Ir Rahmadi Agus Santosa MSi, kelompok pengeluaran yang menjadi pemicu inflasi adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,51%, kemudian penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,11%, perawatan dan jasa lainnya sebesar 0,76% serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,58%.

“Selain itu ada perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, lalu ada pengeluaran perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kesehatan serta rekreasi, olahraga dan budaya,” kata Rahmadi dalam paparan keterangan pers soal inflasi bulan Juni, Senin (4/7/2022).

Tingkat inflasi tahun kalender di Kudus lanjut dia, sebesar 4,2% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year to year) sebesar 5,2%. Ini termasuk tinggi sehingga dibutuhkan kerja keras agar dapat terkendali perekonomian masyarakat Kudus.

Adapun top komoditas penyumbang inflasi di Kudus ujar dia, adalah bawang merah menyumbang inflasi sebesar 0,173%, cabai merah 0,158%, nasi dengan lauk 0,064%, telur ayam ras 0,062% dan 0,055%.

Sedangkan top komoditas yang menyumbang deflasi tambah dia, adalah -0.092%, bawang putih -0,055%, kelapa -0,035%, angkutan antar kota -0,029% dan daging ayam ras -0,021%.

Inflasi juga terjadi di enam kota survey biaya hidup (SBH), yakni Kota Semarang (0.93%), Surakarta (0,89%), Cilacap (0,71%), Kudus (0,66%), Tegal (0,63%) dan Purwokerto (0,59%). Untuk Jawa Tengah kata Ir. Rahmadi, inflasi bulan Juni sebesar (0,85%) dan nasional sebesar (0,61%). (RK)      

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar