Fitur PeduliLindungi Gojek, Mudahkan Konsumen Akses Fasilitas Publik

CHECK IN DP  MAL: Petugas keamanan berjaga-jaga di lobi depan DP Mall untuk mengecek aplikasi PeduliLindungi. 

BELASAN orang terlihat sedang mengantre di lobi pintu masuk DP Mall di Jl Pemuda Nomor 150 Semarang, Jumat (15/10/2021). Mereka berbaris satu lapis, diatur petugas keamanan mal yang berada didekat Lawangsewu tersebut. Satu per satu pengunjung mal, diarahkan untuk melakukan scan QR code aplikasi PeduliLindungi. 

Dari hasil pemindaian tersebut, mereka yang sudah tervaksin, langsung diperbolehkan masuk ke mal. Pengunjung yang tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi, dipisahkan. Mereka diminta mengunduh aplikasi, sebelum masuk ke mal sesuai persyaratan pihak manajemen DP Mall. Tanpa aplikasi tersebut, petugas keamanan tegas, menolak pengunjung masuk mal. 

Pengunjung yang membawa kartu vaksin pun tidak diperbolehkan masuk, kalau tanpa melakukan scan QR code. Berbekal kartu vaksin, tiga orang ibu mencoba masuk, namun kena tolak petugas. Sempat berdebat singkat dengan petugas, mereka akhirnya mengalah, dan mengurungkan niatnya masuk ke mal tersebut. Ketiganya pun pulang ke rumah, menyadari ketentuan ketat DP Mall. 

Selain syarat scan QR code, pengunjung sebelum masuk mal juga dicek suhu tubuhnya serta wajib mengenakan masker. Di Kota Lunpia ini, mal mulai dibuka kembali pada pertengahan Agustus 2021, setelah adanya pembatasan kegiatan masyarakat. Warga Mangunharjo, Tembalang, Monica (39) tampak mengambil ponsel dari dompet yang dijinjingnya. Lantas, ia membuka platform digital Gojek. 

Didalam platform berlogo Solv tersebut, wanita cantik dengan rambut panjang sebahu itu kemudian mengeklik aplikasi PeduliLindungi. Melalui ponselnya, ia lalu memindai papan atau poster QR code aplikasi PeduliLindungi yang tampak dijaga petugas keamanan. 

"Ini sudah pak," kata Monica sambil menunjukkan hasil pemindaian ke petugas yang lantas mempersilakan masuk kedalam mal. Ibu dua anak ini bergegas masuk ke dalam mal, ia juga ditemani dua saudara kandungnya. 

Dalam ponsel perempuan tersebut, petugas melihat indikator lampu hijau saat check in PeduliLindungi, yang berarti pengunjung tersebut telah vaksin dua kali dan tidak positif Covid-19. 

Fitur PeduliLidungi

Situasi Kota Lunpia dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, menuntut kewaspadaan pengelola pusat perbelanjaan, untuk ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19. Pengunjung pun dibatasi 50 persen, sedangkan jam operasional tutup pukul 21.00 WIB.

Monica menilai penambahan PeduliLindungi dalam platform Gojek ini merupakan terobosan baru yang bermanfaat bagi konsumennya. Ini sekaligus menjadi jawaban masyarakat yang enggan menambah atau menginstal aplikasi PeduliLindungi pada ponselnya. Langkah Gojek patut diapresiasi, ini juga bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. 

"Saya selalu membawa kartu vaksin, tapi jika harus scan barcode PeduliLindungi seperti di DP Mall ini, baru pakai aplikasi Gojek. Sebenarnya tidak semua mal menerapkan scan barcode ini, seperti Citraland dan Paragon bisa pakai kartu vaksin," ungkapnya. Keberadaan aplikasi PeduliLindungi ini penting, karena menjadi syarat masuk ke fasilitas publik. 

Menurut dia, lewat aplikasi itu bisa diketahui seseorang sudah vaksin atau belum. Jika belum divaksin, maka tidak diperbolehkan masuk. Vaksinasi sangat penting untuk melindungi diri dan orang lain dari paparan Covid-19. Sekalipun masih ada yang terpapar setelah divaksin, tapi setidaknya itu bisa meminimalisasi risiko dampak lebih berat akibat terinfeksi virus Korona. 

Bagi dirinya, Gojek menjadi platform digital yang wajib dimiliki dan terus jadi teman kesehariannya. Tidak hanya lengkap fitur-fiturnya, tapi layanannya juga ramah dalam situasi pandemi Covid-19. 

Protokol Kesehatan Bagi Pengendara

Dari mulai layanan transportasi online (GoRide dan GoCar), pesan antar makanan dan kebutuhan pokok (GoFood), serta dompet digital (GoPay), semuanya sudah ada dalam satu aplikasi. Selama pandemi, ia pun tak khawatir memanfaatkan GoRide atau GoCar. 

"Yang saya ketahui, ada standarisasi protokol kesehatan yang diterapkan terhadap pengendara GoRide dan GoCar. Memang harus jaga protokol kesehatan, apalagi mereka kerja lapangan dan bakal berhubungan langsung dengan banyak konsumennya," ungkap wanita yang hobi bersepeda ini. 

Sebagaimana diketahui, Gojek menerapkan standar protokol kesehatan J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan). Di mana, pengendara wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti rutin cek suhu tubuh, pakai masker, pakai hand sanitizer, serta motornya.

Monica menegaskan, Gojek kabarnya juga pernah mengadakan layanan vaksinasi bagi mitra pengendaranya. Upaya ini penting untuk melindungi pengendara GoRide dan GoCar serta konsumennya. Dengan vaksinasi, Gojek juga ikut membantu Pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. Terlebih lagi, cakupan vaksinasi ini juga menjadi indikator penentuan level PPKM pemerintah daerah. 

Fitur GoFood juga kerap dimanfaatkannya. Tak jarang, ia memesan kuliner kesukaan anaknya, seperti kue bandung, ayam geprek, soto, maupun pizza. Layanan ini sangat membantu ibu rumah tangga yang kadang tidak sempat memasak dan disibukkan dengan pekerjaan rumahnya. 

Dia mengatakan, memesan GoFood juga upaya menekan penularan virus Korona, karena bisa meninimalisasi kerumunan di warung yang menjadi mitra platform tersebut. Membayar layanan Gojek dengan uang elektronik atau dompet digital, GoPay juga mengurangi risiko terpapar Covid-19, karena transaksinya tidak bersentuhan langsung dengan fisik uang. 

Menurut dia, layanan GoPay juga digunakan untuk membayar makan di restoran hingga belanja online. Dukungan Gojek dalam penanganan pandemi Covid-19, dinilai sangat penting. Sebab, Pemerintah tidak bisa mengatasinya sendiri, tanpa melibatkan banyak pihak, termasuk Gojek maupun masyarakat sendiri. 

Terdampak Pandemi

Monica mengatakan, pandemi Covid-19 ini meruntuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat, termasuk mitra pengendara dan merchant Gojek yang juga terdampak situasi tersebut. 

"Besar harapan kami, supaya pandemi Covid-19, segera berlalu. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga mengakibatkan keterpurukan ekonomi, sehingga perlu bersama-sama menjaga protokol kesehatan, serta melakukan vaksinasi buat melindungi diri dan orang lain," ungkapnya. 

SCAN QR CODE: Sejumlah pengunjung Paragon Mal saat melakukan scan QR code, sebelum masuk pusat perbelanjaan di jl Pemuda, Semarang.

Situasi sama juga terjadi di mal Paragon, di mana terdapat antrean check in PeduliLindungi. Dua poster disiapkan petugas keamanan, untuk pemindaian scan QR code. Hanya saja, kartu vaksin yang sudah dicetak boleh dipakai untuk masuk pusat perbelanjaan tersebut. "Yang bawa kartu vaksin, boleh masuk," jelas petugas keamanan Paragon, Narto. 

Menurut dia, sudah banyak yang menggunakan fitur PeduliLindungi dari platform Gojek. Fitur ini sangat bermanfaat bagi konsumen, apalagi masuk fasilitas publik sudah banyak yang menerapkan pemindaian QR code aplikasi PeduliLindungi. 

Sementara itu, pengendara Gojek, Tri Rahardi (51) sempat merasakan penurunan jumlah penumpang akibat pandemi Covid-19. Apalagi saat merebaknya varian Delta, di mana banyak masyarakat Semarang meninggal terpapar virus Korona. 

"Dulu mencari orderan tiga atau empat kali dalam seharinya sangat sulit. Kini, situasinya sudah membaik, jadi order GoRide pun meningkat, biasa mendapatkan 15 hingga 17 kali per hari," kata warga Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang. Mantan karyawan swasta perusahaan bidang furniture itu menjadi pengendara Gojek sejak 2017. 

Gojek Bantu Pengendara

Ia tergolong rajin menjalankan profesinya, karena tuntutan kebutuhan keluarganya. Setiap hari kecuali Minggu, bapak dua anak yang mengendari Honda Vario ini mengaspal secara rutin, mulai jam 7.00 hingga 15.00 WIB. Terkadang hingga pukul 16.00 WIB. Banyak rekan pengendara Gojek terdampak pandemi Covid-19. Ia bersyukur, karena istrinya sendiri juga bekerja untuk menopang kebutuhan keluarga. 

Tri juga melihat upaya maksimal Gojek untuk membantu mitra pengendaranya, seperti membantu memberikan perlengkapan protokol kesehatan. Baik itu masker, hand sanitizer, sekat pelindung pengendara dan penumpang, maupun vitamin, semuanya diberikan Gojek. Motor juga disterilisasi disinfektan, ini supaya memberikan kenyamanan bagi penumpang yang terkadang parno dengan situasi pandemi.

Pemberian vitamin ini penting untuk menjaga kondisi tubuh biar tetap vit, apalagi mitra pengendara rawan terpapar Covid-19 karena kerja lapangan dan berhubungan langsung dengan konsumen. 

"Banyak cerita selama pandemi Covid-19, ada penumpang yang naiknya terlalu belakang karena jaga jarak. Ada juga yang pesan GoFood, tapi pesanannya diminta ditaruh di kursi, tanpa ada kontak langsung dengan konsumen," ungkapnya. 

Menurut dia, Gojek juga mendukung ketahanan pangan bagi keluarganya dengan memberi voucher Rp 100 ribu atau kadang Rp 50 ribu untuk membeli beras dan minyak goreng. Bantuanya sekarang masih diberikan, ini tentu meringankan bebannya selaku mitra pengendara platform digital tersebut. 

Selain itu, Gojek juga memberikan perlindungan kepada pengendaranya, dengan memfasilitasi pelayanan vaksinasi Covid-19 di Koramil Pedurungan, Semarang. Khususnya pengendara yang belum vaksin, mereka banyak yang memanfaatkan layanan tersebut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar