Musik Angklung, Menghibur Pengguna Jalan di Triffic Light

KBRN,Semarang : Suara alunan musik mengalihkan fokus pengendara yang tengah berhenti di traffic light. Berbagai lagu campursari hingga lagu hits yang kini booming di kalangan milenial berpadu dengan deru mesin kendaraan. 

Musisi jalanan dengan instrumen angklung bambu aji sudah menghiasi jalanan Kota Lunpia sejak 4 tahun lalu. 

Orkes jalanan yang beranggotakan 6 orang pemuda asli Banjarnegara itu sudah memulai memanjakan telinga pengguna jalan sedari mereka memulai rutinitas. 

Meski seringkali di pandang sebagai pengamen, namun terdapat sepercik keinginan bagi mereka untuk mengenalkan musik tradisional. 

Seorang pemain Angklung, Sugeng Riyadi mengatakan, lunturnya kecintaan anak muda terhadap musik tradisional menjadi pelecut semangat para musisi untuk berkreasi. 

"Bagi sebagian orang musik tradisional itu sering di kesampingkan, fokus kami untuk membawakan lagu hits dengan komposisi seperti ini," kata dia kepada rri.co.id, di sekitar traffic light Jalan Fatmawati, Jumat (29/10/2021).

Menggabungkan tiga instrumen untuk menghasilkan komposisi nada, butuh waktu yang tak sekejap. 

Tak jarang, kreativitas musisi jalanan itu pun membawa mereka ke pesta bahkan beberapa kali viral di media sosial. Perlahan, kepingan rupiah berhasil di kumpulkan. 

"Sering mendapat job di pesta khitananan, nikahan, di syukuri aja supaya nama orkes ini bisa di kenal luas," tuturnya.

Merdunya alunan angklung membuat pengguna jalan terpana, bahkan seorang pengguna sepeda motor bergoyang mengikuti irama. 

Setelah pelonggaran pembatasan mobilitas pun, lanjut dia, pendapatan mulai berangsur naik. 

Sebelumnya, mereka sering kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP lantaran jam pentas yang terbatas. 

"Kalau sekarang sudah normal, mulai pentas jam 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Terus kalau siang mulai lagi jam 13.00 WIB sampai jelang maghrib sekitar jam 18.00 WIB," jelasnya.

Jalanan yang semakin ramai dengan mobilitas masyarakat menjadi semangat baru bagi musisi angklung. 

"Sekarang tiap personil dalam sehari bisa mengantongi minimal Rp 50 ribu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar