20 Anak Ikut Khitan Gratis Tanpa Jarum Suntik

KBRN, Kudus : Sebanyak 20 anak dari Kudus, Jepara, Pati dan Demak, Minggu (28/11/2021) mengikuti khitan gratis dengan menggunakan metode tanpa jarum suntik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim medis dari Kudus dan sekitarnya serta mengundang PT Sunat Modern Indonesia (SMI) dari Madiun Jawa Timur yang juga adalah joint mitra sunat super ring tanpa jarum suntik. Komisaris Utama PT SMI & Founder Supering, Andre Soewarno mengatakan, khitan ini menggunakan teknologi dengan alat dari Amerika yakni dengan memasukkan cairan bius dibawah kulit tanpa jarum.

Menurut Andre, dengan teknologi nano spray anestesi maka proses pembiusan sangat aman tanpa rasa sakit bagi mereka yang khitan dengan metode ini. Maka dari itu, dengan metode ini proses khitan akan lebih mudah. Baik bagi mereka yang khitan dengan usia balita maupun dewasa, karena metode pembiusan yang tanpa jarum.

“Selain itu, setelah dikhitan juga dipasang cincin dengan berat hanya 0,5 gram yang terbuat dari plastik dan steril lalu diikat. Sehingga khitan yang dulu membutuhkan waktu hingga 30 menit, dengan metode ini cukup hanya membutuhkan waktu tiga menit saja,” kata Andre.   

Metode ini, lanjut dia, tidak butuh perban maupun jahitan, sehingga anak juga bisa langsung  beraktivitas. Metode ini juga sudah dipresentasikan di forum pertemuan ilmiah tahunan oleh dokter Urologi se- Indonesia.

Untuk perusahaan PT SMI, imbuh dia, memang baru dirintis empat bulan lalu dan proses registrasi alat sudah pada Kemenkes RI. Namun pihaknya sudah mengantongi sertifikasi dari Sucofindo. Rencananya, perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan alat khitan metode modern ini akan dilaunching pada sekitar tahun 2022 mendatang.

Dari sembilan alat khitan modern yang dibuatnya, baru empat alat yang sudah mendapat sertifikasi dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Harapannya, alat khitan modern asli buatan anak bangsa ini dapat lebih dikenal di Indonesia. “Say berharap, alat khitan modern ini dapat diterima oleh para tenaga medis karena alat ini asli buatan Indonesia,”  jelasnya.

Dalam kegiatan ini kata dia, adalah pelatihan khitan dengn metode modern kepada 20 tenaga medis baik dokter dan perawat yang nantinya akan buka praktek. Metode ini, yang harus diperhatikan adalah harus safety dan nyaman. Tertkait hsilnya, juga akan lebih rapi.

“Mereka yang khitan untuk usia terbaik adalah dibawah satu tahun. Alasanya mudah dilakukan, resiko pendarahannya rendah, imunitasnya juga bagus serta prosesnya cepat,” tandas Andre.

Selain itu menurutnya, dengan khitan dibawah usia 1 tahun maka tumbuh kembang anak akan lebih maksimal serta potensi tidak terkena penyakit saluran kencing. Karena biasanya penyakit saluran kencing terjadi pada anak yang terlambat khitan.

Salah satu peserta khitan gratis, Saiful (8) mengaku saat dikhitan tidak merasa sakit karena dirinya tertidur. Bahkan usai dikhitan, bersama orang tuanya langsung pulang ke rumah. Warga Undaan ini juga senang, karena dapat khitan gratis dengan metode baru yang tidak sakit tapi cepat sembuh. (Roy Kusuma)

                

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar